Rabu, 07 Okt 2020 13:01 WIB

Heboh Pelecehan Chef Renatta, Kapan Fantasi Seks Disebut Berlebihan?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Chef Renatta Chef Renatta. (Foto: Instagram)
Jakarta -

Chef Renatta ramai diperbincangkan di media sosial. Pasalnya Chef Renata masuk ke akun yang membahas hal-hal dewasa dan terlihat bahwa dirinya menjadi 'objek' fantasi seksual.

Fantasi seksual atau imajinasi tentang hal yang bersifat seksualitas dalam benak individu pada dasarnya wajar karena terdapat daya tarik tertentu yang tidak ditemukan dalam realitas. Hanya saja fantasi seksual akan berlebihan atau tidak normal ketika seseorang menjadi terobsesi dengan fantasi yang dimilikinya.

"Namanya fantasi itu kan ada di dalam pikiran kita. Jadi nggak oke kalau itu membuat seseorang menjadi terobsesi pada hal tersebut, terus-terusan terpikirkan, bahkan bisa menjadi dorongan untuk mewujudkannya," kata psikolog klinis Veronica Adesla saat diwawancarai detikcom, Rabu (7/10/2020).

Selama fantasi seksual hanya ada dalam pikiran dan tidak membuat seseorang terobsesi, maka wajar-wajar saja memilikinya. Sebab fantasi seksual yang berlebihan akan mendorong seseorang untuk memenuhinya dengan tidak mempertimbangkan konsekuensi yang akan dihadapinya.

"Kalau misalnya seseorang berusaha mewujudkan fantasi itu dan mengandung unsur-unsur melecehkan, kekerasan, hal yang tidak normal, menyakiti orang lain, dan melanggar hak-hak orang lain, ada pemaksaan di dalamnya, itu kan kalau dilakukan jadi 'problem," tegas Vero.

Mereka yang memiliki fantasi seksual berlebihan akan kesulitan untuk mengontrol perilakunya sehingga dapat mengganggu dan merugikan orang di sekitarnya. Sehingga, pada akhirnya, fantasi seksual yang berlebihan ketika merugikan atau berdampak negatif pada berbagai aspek kehidupan.



Simak Video "Apakah Janin Ikut Tertular Jika Ibu Hamil Positif Corona?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)