Rabu, 07 Okt 2020 14:36 WIB

Kesal Dijadikan Objek Fantasi Seks Seperti Chef Renatta? Ini Saran Psikolog

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Renatta Moeloek Chef Renatta. (Foto: Dok. Instagram/renattamoeloek)
Jakarta -

Memiliki fantasi seksual sebenarnya sah-sah saja. Bahkan pakar menyebut berfantasi adalah hal yang naluriah dan bisa membantu pasangan suami-istri agar hubungan mereka tidak membosankan.

Namun perlu dicatat bahwa jika fantasi seksual tersebut sudah menyentuh ranah pribadi orang lain, dilakukan tanpa adanya consent, dan jika seseorang sudah terobsesi untuk mewujudkannya dengan tidak mempertimbangkan konsekuensi, maka fantasi seksual yang dimiliki sudah berlebihan.

Baru-baru ini heboh Chef Renatta jadi korban pelecehan karena secara terang-terangan dijadikan 'objek' fantasi seksual di media sosial. Ditegaskan oleh psikolog klinis Veronica Adesla, sangat tidak wajar bagi seseorang mengutarakan fantasi seksualnya secara terang-terangan ke orang lain terlebih jika dilakukan di medsos.

"Itu sudah salah banget. Kalau merasa terganggu, laporkan saja. Nggak etis bagi seseorang mengutarakan fantasinya terhadap orang lain, terlebih di media sosial dan di publish," katanya kepada detikcom, Rabu (7/10/2020).

Fantasi yang disampaikan, sejatinya bukan lagi fantasi namun sudah mengarah ke perilaku seksual. Fantasi seksual menjadi 'tidak sehat' apabila individu berusaha mewujudkan fantasinya dan memasukkan unsur-unsur melecehkan, kekerasan, hal yang tidak normal, menyakiti orang lain, dan melanggar hak-hak orang lain, ada pemaksaan di dalamnya.

"Ini bentuknya adalah perilaku seksual tapi secara verbal. perilakunya tidak tepat dan merugikan orang lain dan menimbulkan masalah," tegas Vero.



Simak Video "BPOM Sebut Vaksin Sinovac Sudah Penuhi Syarat Label Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)