Kamis, 08 Okt 2020 05:00 WIB

6 Manfaat Dark Chocolate untuk Kesehatan, Camilan Diet Penyanyi Adele

Tim detikcom - detikHealth
Dark Chocolate with Chunks on Wood Table Foto: iStock/6 Manfaat Dark Chocolate untuk Kesehatan, Camilan Diet Penyanyi Adele
Jakarta -

Penyanyi Adele berhasil menurunkan berat badannya sampai 19 kg dengan metode diet sirtfood. Dia tetap dibolehkan makan cokelat namun dari jenis dark chocolate.

Cokelat berasal dari kakao yang merupakan tanaman dengan kandungan mineral dan antioksidan tinggi. Dark chocolate memiliki jumlah kakao yang jauh lebih besar dan gula sedikit.

Dilansir medicalnewstoday, dark chocolate kaya akan mineral, seperti zat besi, magnesium, dan seng. Kakao dalam dark chocolate juga mengandung antioksidan yang disebut flavonoid, yang dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan.

Berikut manfaat dark chocolate dilansir medicalnewstoday:

1. Antioksidan

Dark chocolate mengandung senyawa dengan sifat antioksidan. Makanan camilan itu mengandung beberapa senyawa yang memiliki sifat antioksidan, seperti flavanol dan polifenol. Antioksidan menetralkan radikal bebas dan mencegah stres oksidatif.

Stres oksidatif mengacu pada kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh radikal bebas dalam jumlah berlebihan pada sel dan jaringan di tubuh.

Stres oksidatif berkontribusi pada proses penuaan alami. Seiring waktu, efek stres oksidatif juga dapat berkontribusi pada perkembangan berbagai penyakit, seperti:

-penyakit jantung
-diabetes
-Penyakit Parkinson
-Penyakit Alzheimer
-kanker
-penyakit mata
-Risiko penyakit jantung

Makan cokelat hitam secara teratur dapat membantu mengurangi kemungkinan seseorang terkena penyakit jantung. Beberapa senyawa dalam coklat hitam, khususnya flavanol, memengaruhi dua faktor risiko utama penyakit jantung yakni tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.

2. Kolesterol

Dark chocolate juga mengandung senyawa tertentu, seperti polifenol dan teobromin, yang dapat menurunkan kadar kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL) dalam tubuh dan meningkatkan kadar kolesterol lipoprotein densitas tinggi (HDL). Dokter sering menyebut kolesterol LDL sebagai kolesterol jahat dan kolesterol HDL sebagai kolesterol baik.

Sebuah studi tahun 2017 melaporkan bahwa makan dark chocolate selama 15 hari meningkatkan kadar kolesterol HDL pada orang yang hidup dengan HIV. Namun, konsumsi dark chocolate tidak mempengaruhi kadar kolesterol LDL peserta penelitian.

3. Kurangi Radang

Makan cokelat hitam dapat membantu mengurangi peradangan pada tubuh. Peradangan adalah bagian dari respons imun alami tubuh terhadap kuman dan zat berbahaya lainnya. Namun, peradangan kronis dapat merusak sel dan jaringan serta dapat meningkatkan risiko beberapa kondisi kesehatan, termasuk diabetes tipe 2, artritis, dan jenis kanker tertentu. Dark chocolate mengandung senyawa dengan sifat anti inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan pada tubuh.

Sebuah studi percontohan kecil dari 2018 yang melibatkan lima orang sehat meneliti efek dark chocolate pada sistem kekebalan tubuh. Hasilnya menunjukkan bahwa mengonsumsi dark chocolate 70 persen dalam jumlah besar memengaruhi aktivitas gen yang mengatur respons imun. Namun, masih belum jelas bagaimana studi ini akan menjadi signifikansi praktis.

Dalam studi lain dari 2018, para peneliti menemukan bahwa makan 30 gr dark chocolate 84 persen setiap hari selama 8 minggu secara signifikan mengurangi biomarker inflamasi pada orang dengan diabetes tipe 2. Para penulis penelitian menyimpulkan bahwa diperlukan penelitian tambahan untuk mengevaluasi jumlah optimal dark chocolate yang digunakan untuk mengobati pengidap diabetes.

4. Resistensi Insulin

Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel tubuh berhenti merespons hormon insulin. Resistensi insulin dapat menyebabkan kadar glukosa darah tinggi yang tidak normal, yang dapat menyebabkan pradiabetes dan diabetes tipe 2.

Sebuah studi 6 bulan dari 2018 meneliti hubungan antara konsumsi dark chocolate biasa dan kadar glukosa darah di antara individu Hispanik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa makan 48 g dark chocolate 70 persen setiap hari dapat membantu menurunkan kadar glukosa puasa dan mengurangi resistensi insulin.

5. Tingkatkan Fungsi Otak

Makan dark chocolate dapat meningkatkan fungsi otak dan membantu mencegah kondisi neurodegeneratif, seperti penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson.

Temuan studi kecil tahun 2018 menunjukkan bahwa flavanol yang ada dalam dark chocolate dapat meningkatkan neuroplastisitas, yang merupakan kemampuan otak untuk mengatur ulang dirinya sendiri, terutama sebagai respons terhadap cidera dan penyakit.

Sebuah studi dari 2016 mengidentifikasi hubungan positif antara konsumsi cokelat secara teratur dan kinerja kognitif. Namun, para peneliti mengumpulkan data dari survei dan harus mengandalkan asupan cokelat yang dilaporkan sendiri, sehingga mereka tidak dapat menarik kesimpulan pasti dari temuan tersebut.


6. Banyak Nutrisi

Dark chocolate dengan 70-85 persen kakao merupakan sumber magnesium, seng, dan zat besi yang baik. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, 101 gram dark chocolate dengan 70-85 persen kakao padat menyediakan:

-604 kalori
-7,87 g protein
-43,06 g lemak
-46,36 g karbohidrat
-11.00 g serat makanan
-24,23 g gula pasir
-12,02 miligram (mg) zat besi
-230.00 mg magnesium
-3,34 mg seng

Namun perlu diwaspadai. Meskipun dark chocolate mengandung antioksidan dan mineral yang bermanfaat, terkadang tinggi lemak, yang menjadikannya makanan padat kalori.

Dark chocolate terkadang mengandung lemak dalam bentuk cocoa butter, yang sebagian besar terdiri dari lemak jenuh yang tidak sehat. Oleh karena itu, orang harus mencoba membatasi konsumsi dark chocolate untuk menghindari konsumsi terlalu banyak kalori, lemak, dan gula.

Secara umum, dark chocolate mengandung lebih sedikit gula dibandingkan cokelat susu dan cokelat putih. Dark chocolate dengan persentase padatan kakao yang lebih tinggi biasanya mengandung lebih sedikit gula. Kandungan gula berbeda antar produsen cokelat, jadi disarankan untuk mengecek label nutrisinya.

Dark chocolate yang berapa persen yang harus dimakan?

Produsen cokelat biasanya tidak harus melaporkan kandungan flavanol produknya. Akibatnya, sulit untuk mengetahui berapa banyak dark chocolate yang dibutuhkan seseorang untuk memaksimalkan manfaat kesehatannya.

Studi dalam artikel ini umumnya menggunakan 20-30 g dark chocolate per hari. Cokelat hitam dengan persentase padatan kakao yang lebih tinggi biasanya mengandung lebih sedikit gula tetapi lebih banyak lemak. Lebih banyak kakao berarti lebih banyak flavanol, jadi yang terbaik adalah memilih dark chocolate yang mengandung setidaknya 70 persen padatan kakao.



Simak Video "Game Viral Among Us dan Diagnosa Impostor Syndrome"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/pal)