Kamis, 08 Okt 2020 09:35 WIB

Berlebihan Pakai Gadget Selama Pandemi, Gangguan Cemas di RSJ Meningkat

Yudha Maulana - detikHealth
Ilustrasi Turis Pegang Gadget Berlebihan pakai gadget bisa memicu gangguan cemas (Foto: iStock)
Bandung -

Pandemi COVID-19 berbanding lurus dengan peningkatan jumlah pasien yang mengalami gangguan cemas ke rumah sakit jiwa Jawa Barat. Berdasarkan survei Puslitbangkes Kemenkes 2020, 6,8 persen masyarakat Indonesia mengalami gangguan cemas. 85,3 persen di antaranya tidak mengalami gangguan psikiatri.

Dari persentase masyarakat Indonesia yang mengalami gangguan cemas, 8 persen di antaranya berasal dari Jawa Barat, Jakarta dan Banten. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mahfum jika, tekanan psikologis semakin berat begitu melihat dampak dari pandemi yang belum jelas akhirnya.

"Belum hadirnya vaksin, isu isolasi sosial, stigma, kehilangan pekerjaan, perubahan cara belajar mengajar dan tingginya juga kekerasan rumah tangga sebagai dampak terjadinya perceraian itu adalah sesuatu yang tidak bisa kita sepelekan," kata Kang Emil dalam keterangan resminya, ditulis Kamis (8/10).

Meluasnya berita bohong atau hoaks menciptakan ketakutan dan kekhwatiran masyarakat yang berlebihan. Menurutnya, tantangan di era digital ini bukan mencari informasi, tetapi memilah informasi yang bisa berdampak negatif.

"Juga pada anak-anak ada sistem yang mengharuskan menjalani pendidikan di rumah atau jarak jauh. Ini juga membuat stres kepada anak dan orang tua apalagi keterbatasan internet dan lainnya. Sungguh sangat memprihatinkan," imbuhnya.

Sebagai langkah antisipasi untuk dampak mental yang lebih parah, RSJ Provinsi Jawa Barat pun menyiapkan Crisis Center di Cisarua Kabupaten Bandung Barat dan Grha Atma Bandung. Layanan Konsultasi Jiwa Online (KJOL) pun diluncurkan untuk mengatasi permasalahan kejiwaan dengan berdialog dengan psikiater atau psikolog secara virtual.

Masyrakat pun bisa melakukan pemeriksaan dini lewat aplikasi tersebut seperti mengisi Tes Kuisioner SDS, Kuisioner SCL, Kesehatan Jiwa, Kecanduan gadget, Deteksi dini bunuh diri dan tes lainnya.

"Yang terbaru, lahirnya layanan konsultasi jiwa online atau KJOL RSJ Jabar yang sekarang lagi meningkat. Keberadaannya ini adalah respons terhadap meningkatnya permasalahan kejiwaan di masa pandemi. KJOL ini jadi solusi memudahkan petugas untuk screening mana yang cukup via telepon atau datang secara fisik. Keren sekali saya apresiasi," ujarnya.

Direktur Utama RSJ Jabar Elly Marliyani mengatakan, ada peningkatan durasi penggunaan gawai selama pandemi. Ia menjelaskan, berdasarkan penelitian RSCM FK UI di bulan April-Juni 2020, terjadi peningkatan waktu rata-rata penggunaan gawai hingga 11,6 jam perhari dan peningkatan kecanduan internet pada remaja sebesar 19,3 persen.

Alih-alih memberikan ketenganan, penggunaan gawai yang berlebihan berpotensi menyebabkan stress bagi orangtua maupun anak.

"Terbukti sejak pandemi, terjadi peningkatan kunjungan pasien Gangguan cemas di RSJ sampai dengan September 2020 sebanyak 14 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2019," ujar Elly.



Simak Video "Imunitas Tiap Orang Berbeda, Perhatikan Faktor yang Memengaruhinya"
[Gambas:Video 20detik]
(yum/up)