Jumat, 09 Okt 2020 11:19 WIB

Gas Air Mata Masih Tercium di Harmoni, Warga: Untung Semalam Hujan

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Sisa gas air mata masih terasa di sekitar lokasi demo di Harmoni, Jakarta Pusat Hujan yang turun semalam sedikit meredakan efek sisa gas air mata (Foto: Reyhan/detikHealth)
Jakarta -

Efek gas air mata sisa demo kerusuhan penolakan Omnibus Law Cipta Kerja kemarin, Rabu (8/10/2020), masih terasa di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat.

"Saya dari jam 5 (pagi) masih kerasa pedas, sama batuk-batuk, pernapasan agak terganggu," keluh salah satu petugas Satuan Pelaksana Perhubungan (Satpelhub) Kecamatan Gambir, yang sedang bertugas di simpang Harmoni, Kamis (9/10/2020).

Meski begitu, Hakim bersyukur guyuran hujan semalam di Jakarta membuat efek perih akibat gas air mata bisa menjadi lebih berkurang. "Kalau gak hujan mungkin lebih parah lagi perihnya," ujarnya.

Salah seorang petugas keamanan di salah satu bank di kawasan Harmoni, Anjar (39), pun berharap Jakarta kembali diguyur hujan agar efek sisa gas air mata di sekitar lokasi kerusuhan bisa lebih berkurang.

"Kalau hujan jadi lebih enak lagi jadi adem, kaya semalam hujan jadi agak mendingan," ucap Anjar dalam wawancara terpisah.

Efek gas air mata memang dapat berlangsung cukup lama tergantung dari bahan kimia yang digunakan. Dampaknya jika terhirup pun bisa memicu iritasi pada selaput lendir yang ada di mata maupun hidung, sehingga mata akan terasa perih dan berair.



Simak Video "Demo Berpotensi Jadi Klaster Corona, IDI Minta Pemerintah Antisipasi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)