Jumat, 09 Okt 2020 10:07 WIB

Hujan Tak Halau Efek Gas Air Mata, Ini Cara Warga DKI Atasi Rasa Perih

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Aktivitas ibu kota berangsur normal usai demo rusuh Kamis (8/10) kemarin. Seperti di terlihat di Jalan Harmoni, Jakarta, Jumat (09/10/2020). Di beberapa lokasi, sisa gas air mata sisa demo semalam masih terasa (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Meski sempat diguyur hujan, efek perih gas air mata sisa kerusuhan demo penolakan Omnibus Law Cipta Kerja kemarin, Rabu (8/10/2020), masih terasa di beberapa lokasi kejadian, seperti di Harmoni, Jakarta Pusat.

"Gas air mata sampai sekarang masih berasa, ini mata masih perih saja nih," ucap Anjar (39), petugas kemanan di salah satu bank di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2020).

Saat terhirup, gas air mata dapat memicu iritasi pada selaput lendir yang ada di mata maupun hidung, sehingga mata akan terasa perih dan berair.

Sejumlah langkah antisipasi agar terhindar dari efek sisa gas air mata pun dilakukan oleh warga di sekitar lokasi kerusuhan.

"Paling kita siapkan sapu tangan agak dibasahin, masker dan kacamata," kata Hakim, salah satu petugas Satuan Pelaksana Perhubungan (Satpelhub) Kecamatan Gambir, yang bertugas di kawasan Harmoni.

"Sapu tangan basah kalau mau ngelap (mata) saja biar agak adem, karena kita nggak tahu benarnya, karena bukan orang medis, jadi dari pengalaman di lapangan saja," tambahnya.

Sementara menurut Anjar, untuk mengurangi rasa perih di mata akibat efek sisa gas air mata bisa dengan rutin mencuci muka pakai air mengalir.

"Paling cuci muka, sering-sering cuci muka biar adem, karena ini saja masih suka perih," ucap Anjar.



Simak Video "Demo Berpotensi Jadi Klaster Corona, IDI Minta Pemerintah Antisipasi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)