Jumat, 09 Okt 2020 11:40 WIB

Apa yang Dimaksud Gas Air Mata yang Dipakai Polisi Saat Demo Omnibus Law?

Ayunda Septiani - detikHealth
Massa demo Omnibus Law di Sukoharjo ricuh, polisi tembakkan gas air mata, Kamis (8/10/2020). Gas air mata dipakai untuk mengendalikan massa (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Jakarta -

Gas air mata biasanya digunakan oleh polisi untuk memukul mundur para pendemo. Dalam video yang beredar di sosial media, gas air mata juga mewarnai aksi demo mahasiswa terkait penolakan UU Cipta Kerja Omnibus Law.

Apa yang dimaksud dengan gas air mata?

Dikutip dari laman Encyclopedia Britannica, lakrimator atau sering disebut gas air mata adalah suatu zat yang dapat mengiritasi selaput lendir mata yang menyebabkan munculnya sensasi yang menyengat dan air mata.

Gas air mata atau riot control agent ini juga mengiritasi saluran pernapasan bagian atas, yang bisa menyebabkan batuk, tersedak, dan lemas.

Gas air mata ini juga mengiritasi saluran pernapasan bagian atas, yang bisa menyebabkan batuk, tersedak, dan lemas. Gas air mata pertama kali digunakan saat Perang Dunia I, karena efek gas air mata hanya jangka pendek dan tidak mampu untuk melumpuhkan, gas air mata mulai digunakan aparat untuk membubarkan demi seperti demo mahasiswa soal UU Omnibus Law Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020).

Dikutip dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gas air mata ini biasanya digunakan oleh petugas penegak hukum untuk mengendalikan kerumunan. Selain itu, gas air mata juga bisa melindungi seseorang untuk melindungi diri.

Zat yang sering digunakan sebagai gas air mata adalah senyawa halogen organik sintetik. Isi gas air mata pun bukan benar-benar 'gas', melainkan suatu cairan atau padatan yang dapat tersebar halus ke udara dengan cara semprotan, granat, dan generator.

Dua kandungan dari gas air mata yang paling sering digunakan adalah w-chloroacetophenone, atau CN, dan o-chlorobenzylidenemalononitrile, atau CS. Cn adalah suatu komponen utama dari aerosol Mace dan banyak digunakan untuk menangani kerumunan. Kandungan ini pun sangat mempengaruhi mata.

Sedangkan CS adalah suatu komponen yang lebih kuat dan bisa menyebabkan sensasi terbakar di saluran pernapasan dan mata dengan otomatis akan tertutup. Namun, efek dari CS ini akan hilang lebih cepat selama 5 sampai 10 menit menghirup udara segar.



Simak Video "Demo Berpotensi Jadi Klaster Corona, IDI Minta Pemerintah Antisipasi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)