Jumat, 09 Okt 2020 11:50 WIB

Gas Air Mata Bikin Mata Perih, Terbuat dari Apa Sih?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Sisa gas air mata masih terasa di sekitar lokasi demo di Harmoni, Jakarta Pusat Sisa gas air mata di Harmoni, Jakarta Pusat membuat mata perih dan pedas. (Foto: Reyhan/detikHealth)
Jakarta -

Gas air mata yang digunakan untuk menenangkan massa demo penolakan Omnibus Law Cipta kerja masih meninggalkan bekasnya di sekitaran daerah Harmoni, Jakarta Pusat. Bahkan efek perihnya masih sangat terasa.

Banyak warga sekitar yang merasakan matanya terasa perih, pedas, batuk, sampai pernapasannya terganggu akibat sisa tembakan gas air mata ini. Sebenarnya terbuat dari apa sih gas air mata itu?

Dalam wawancara dengan detikcom, Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Agus Haryono menjelaskan bahwa gas air mata ini memiliki kandungan bahan kimia yang sangat banyak.

"Yang paling banyak digunakan adalah gas CS (Chlorobenzalmalonitrile)," jelas Agus pada detikcom beberapa waktu lalu.

Senyawa CS yang menjadi salah satu bahan pembuatnya ini bisa mengaktifkan reseptor di tubuh dan berhubungan dengan rasa sakit. Selain itu, masih banyak senyawa lain yang digunakan dalam pembuatan gas air mata.

"Gas CN (Choloroacetophenone), bromoaseton, fenasil bromida, xylil bromide, semprotan merica atau minyak cabai, dan lain-lain," lanjutnya.

Efeknya ini bisa membuat mata terasa perih dan juga pedas. Selain itu, pelarut yang ada di dalam gas air mata yaitu MIBK (methyl isobutyl ketone) ternyata berbahaya jika terpapar pada janin dan ibu hamil.

"Sebenarnya bukan dari CS-nya sendiri, tapi dari komposisi pelarut bisa mengakibatkan gangguan kromosom pada janin, kalau ibu hamil terpapar berkali-kali," ujar Agus.



Simak Video "Makan Es Krim Bikin Anak Batuk dan Flu? Begini Faktanya!"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)