Minggu, 11 Okt 2020 20:00 WIB

Mengkhawatirkan, Pasien COVID-19 Alami Kondisi Mirip Stroke

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Doctor and patient using digital tablet Ilustrasi otak. (Foto: iStock)
Jakarta -

Seorang pasien COVID-19 yang tidak memiliki gejala pernapasan telah menderita kelainan saraf dalam kasus yang menimbulkan kekhawatiran di antara beberapa ilmuwan. Kondisi ini dialami seorang pria berusia 30 tahun dari Texas.

Ia mengalami kesulitan berbicara dan berjalan, yang merupakan manifestasi dari kerusakan otak kecil, bagian yang mengontrol koordinasi dan keseimbangan. Padahal pasien tersebut tidak mengalami batuk, nyeri dada, atau gejala pernapasan terkait lainnya.

"COVID-19 belum dilaporkan sebagai penyebab dari kondisi serebellitis akut tanpa gejala pernapasan terkait," tulis Adriana Povlow dan Andrew Auerbach, dari Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas, dalam penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Emergency Medicine, dikutip dari South China Morning Post.

Para dokter di San Antonio, awalnya mengira pasien ini menderita stroke. Namun pemindaian otak tidak menemukan pendarahan di kepala, tetapi gambar sinar-X menunjukkan beberapa peradangan ringan di paru-paru bagian atas. Tes PCR mengkonfirmasi ia infeksi virus corona.

Pasien menghabiskan 10 hari di rumah sakit tanpa menunjukkan tanda-tanda gejala pernafasan, menurut dokter. Meskipun ada beberapa perbaikan dalam gejala neurologisnya, dia masih tidak dapat berjalan tanpa bantuan pada saat keluar dari rumah sakit.

Dokter di China sebelumnya telah memperingatkan bahwa virus tersebut dapat menyebabkan kerusakan otak. Lebih dari sepertiga pasien di Wuhan mengalami gangguan kesadaran, kejang, kehilangan penciuman atau penglihatan, nyeri saraf, dan gangguan neurologis lainnya, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan April.

Pasien lain di belahan dunia lain juga telah dilaporkan mengalami "brain fog" selama berbulan-bulan setelah keluar dari rumah sakit, namun sebagian besar sudah lanjut usia dan kerusakan otak selalu disertai gejala lain. Kasus cerebellitis akut lainnya juga telah dicatat pada pasien COVID-19 hanya saja dia menunjukkan gejala pernapasan.



Simak Video "Mengenal 'Happy Hypoxia' yang Tewaskan Pasien Covid-19 di Banyumas"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)