Senin, 12 Okt 2020 09:36 WIB

Maju Mundur Aturan PSBB di DKI hingga Akhirnya Cabut 'Rem Darurat'

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pemprov DKI Jakarta menerapkan PSBB ketat sejak seminggu lalu. Epidemiolog menyebut belum ada perubahan kondisi pandemi Corona di Jakarta, dilihat dari perilaku masyarakat. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Sudah 8 bulan pandemi COVID-19 menghantam Indonesia. Selama rentang waktu tersebut, Pemprov DKI Jakarta melakukan PSBB untuk menekan laju penularan COVID-19.

Setelah sebelumnya menarik 'rem darurat' dan menerapkan PSBB ketat, Pemprov DKI kembali memberlakukan PSBB Masa Transisi. Adanya perlambatan kenaikan kasus positif dan kasus aktif meski masih terjadi peningkatan penularan menjadi salah satu alasan DKI kembali ke fase PSBB Masa Transisi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan keputusan ini didasari beberapa indikator, yaitu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif, dan tingkat keterisian RS Rujukan COVID-19.

Berikut aturan PSBB di Jakarta sejak awal pandemi seperti yang dirangkum detikcom:

1. PSBB Tahap 1: 10 April-23 April 2020

Pemprov DKI Jakarta melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pertama kalinya pada Jumat, 10 April sampai 23 April 2020. Kegiatan perkantoran dan sekolah dihentikan, aktivitas warga dibatasi dan tidak boleh berkerumun.

Kala itu hanya 11 sektor usaha yang diizinkan tetap beroperasi yaitu kesehatan, bahan pangan, energi, komunikasi-teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar dan utilitas publik, sektor swasta yang melayani kebutuhan sehari-hari.

Di akhir masa PSBB Tahap 1 yakni di 23 April, sebanyak 3.506 positif, 292 sembuh, dan 316 meninggal akibat COVID-19 di DKI Jakarta.

2. PSBB Tahap 2: 24 April-22 Mei 2020

Pemprov DKI Jakarta memperpanjang masa PSBB DKI Jakarta menjadi 28 hari. Pemerintah juga resmi melarang mudik mulai Jumat, 24 April 2020. Nantinya, sejumlah jalan untuk orang keluar-masuk dari dan ke wilayah Jabodetabek akan ditutup.

Di akhir masa PSBB Tahap 2 yakni 22 Mei, sebanyak 6.316 positif, 1.558 sembuh, dan 501 orang meninggal akibat COVID-19 di DKI Jakarta.

3. PSBB Tahap 3: 22 Mei-4 Juni 2020

Anies kembali memperpanjang PSBB selama 14 hari. Di waktu ini, Anies menyebut situasi COVID-19 di DKI Jakarta sudah terkendali.

Di akhir PSBB Tahap 3 yakni 4 Juni, sebanyak 7.600 positif, 2.607 sembuh, dan 530 orang meninggal akibat COVID-19 di DKI Jakarta.

4. PSBB Transisi Fase 1: 5 Juni-2 Juli 2020

Pemprov DKI melonggarkan PSBB dengan menerapkan PSBB transisi. Aktivitas ekonomi di masa PSBB transisi mulai diizinkan. GOR dan tempat berolahraga serta beberapa restoran mulai buka.

Per 2 Juli, atau akhir PSBB transisi fase 1, sebanyak 11.680 positif, 6.871 sembuh, dan 646 orang meninggal akibat COVID-19 di DKI Jakarta.

5. Perpanjangan PSBB Transisi Fase 1: 2 Juli-16 Juli 2020

Melihat grafik penularan Corona yang tak kunjung menurun, Anies memberpanjang PSBB transisi fase 1. Saat ini, kasus penularan COVID-19 di DKI Jakarta cukup tinggi dengan angka penularan harian rata-rata mencapai lebih dari 100 orang.

Di akhir masa perpanjangan PSBB transisi fase 1 yakni 16 Juli, sebanyak 15.477 positif, 9.855 sembuh, dan 722 orang meninggal akibat COVID-19 di DKI Jakarta.

5. Perpanjangan Kedua PSBB Transisi Fase 1: 16 Juli-30 Juli 2020

Perpanjangan PSBB transisi fase 1 kembali dilakukan selama dua minggu. Tingkat positivity rate atau angka penularan DKI naik menjadi 5,9 persen dengan tingkat bed occupancy rate (BOR) sebanyak 54 persen.

Di akhir masa perpanjangan PSBB transisi fase 1 yang kedua yakni 30 Juli, sebanyak 20.769 positif, 12.801 sembuh, dan 821 orang meninggal akibat COVID-19 di DKI Jakarta.

6. Perpanjangan Ketiga PSBB Transisi Fase 1: 30 Juli-14 Agustus 2020

Anies Baswedan resmi kembali memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi selama 14 hari ke depan sampai 14 Agustus 2020. Ini adalah kali ketiga PSBB transisi fase 1 diperpanjang.

Di akhir masa perpanjangan PSBB transisi fase 1 yang ketiga yakni 30 Juli, sebanyak 28.438 positif, 18.528 sembuh, dan 985 orang meninggal akibat COVID-19 di DKI Jakarta.

7. Perpanjangan Keempat PSBB Transisi Fase 1: 14 Agustus-27 Agustus 2020

PSBB transisi fase 1 diperpanjang keempat kalinya. Aktivitas sosial yang menyebabkan kerumunan akan dihentikan sementara seperti Car Free Day (CFD). Momen peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus juga ditiadakan.

Di akhir masa perpanjangan PSBB transisi fase 1 yang keempat yakni 27 Agustus, sebanyak 36.213 positif, 28.288 sembuh, dan 1.146 orang meninggal akibat COVID-19 di DKI Jakarta.

8. Perpanjangan Kelima PSBB Transisi Fase 1: 27 Agustus-10 September 2020

Angka infeksi Corona di DKI Jakarta terus meningkat tajam. Bahkan beberapa kali kasus penularan COVID-19 di DKI mencapai lebih dari 1.000 pasien yang menyebabkan kapasitas tempat tidur dan ruang isolasi di rumah sakit hampir penuh.

Per Rabu, 9 September 2020, sebanyak 36.213 positif, 28.288 sembuh, dan 1.146 orang meninggal akibat COVID-19 di DKI Jakarta.

9. PSBB Ketat: 14-27 September

Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta tarik rem darurat. PSBB kembali diperketat 14 September mendatang. Ia menyebut kondisi rumah sakit terancam kolaps jika PSBB total tidak diberlakukan.

"Sekali lagi ini soal menyelamatkan warga Jakarta. Bila ini dibiarkan, maka RS tidak akan sanggup lagi menampung dan efeknya kematian akan tinggi terjadi di Jakarta," kata Anies saat konferensi pers di kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Di akhir masa PSBB ketat atau 27 September, ada 71.370 positif, 56.413 sembuh, dan 1.692 meninggal dunia.

10. Perpanjangan Pertama PSBB Ketat: 28 September-11 Oktober

Khawatir kasus haruan COVID-19 meningkat jika PSBB dilonggarkan, maka PSBB ketat diperpanjang berlaku mulai 28 September hingga 11 Oktober 2020. Di fase ini aktivitas di kantor dibatasi maksimal hanya 25 persen.

Sementara itu, jika ada salah satu karyawan yang diketahui terpapar covid-19, maka kegiatan perkantoran harus dihentikan selama tiga hari. Restoran-restoran pun dilarang untuk makan di tempat dan hanya boleh dibawa pulang atau take away.

Per 11 Oktober tercatat 87.008 positif, 71.549 sembuh, dan 1.901 meninggal dunia akibat COVID-19 di DKI.

11. DKI Kembali PSBB Transisi

Per 12 Oktober, Pemprov DKI memberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi. Beberapa tempat usaha dan pariwisata yang sebelumnya dilarang beroperasi, kini boleh buka dengan syarat tertentu.

Beberapa yang disorot adalah restoran mulai boleh dine-in atau makan di tempat, pusat kebugaran diizinkan, bioskop mulai buka, dan dibolehkan adanya live music. Pembukaan sektor ini tentunya dibarengi dengan sederet aturan agar tidak terjadi penularan.

"Semua warga ikut bertanggung jawab terhadap pencegahan penularan COVID-19. Jika satu tempat tidak disiplin, maka satu kota yang harus merasakan akibatnya," kata Anies.



Simak Video "Tips Aman Berkegiatan Sehari-hari Agar Bebas Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)