Kamis, 15 Okt 2020 16:31 WIB

Rentan Kena COVID-19, Ini Saran Dokter untuk Ibu Hamil

Alfi Kholisdinuka - detikHealth
Ilustrasi wanita hamil pakai masker Foto: Getty Images/iStockphoto/torwai
Jakarta -

Di tengah pandemi, COVID-19 menjadi ancaman serius bagi keselamatan ibu hamil. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Jakarta bahkan menyebutkan ibu hamil lebih mudah terinfeksi COVID-19 ketimbang perempuan lain yang tidak hamil.

Oleh karenanya, Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Siloam Kebon Jeruk Jakarta dr Kathleen Juanita Gunawan, Sp.OG mengingatkan bagi ibu yang tengah mengandung dan ingin periksa kehamilan, selalu memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku sebaik mungkin.

"Ibu hamil sedapat mungkin diam di rumah untuk menjaga kesehatan janinnya di masa pandemi, kecuali keluar untuk kontrol rutin ke rumah sakit," ujarnya dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19, Kamis (15/10/2020).

Hal ini ia ungkapkan dalam talkshow 'Perlindungan Ibu, Anak, dan Balita dari COVID-19' di Media Center Satgas COVID-19.

dr Kathleen menjelaskan bagi ibu hamil dengan risiko kehamilan rendah untuk cek kehamilan minimal enam kali, yakni di bawah tiga bulan, trimester kedua sekitar tujuh bulan, dan di atas tujuh bulan sampai melahirkan.

Sedangkan untuk ibu hamil berisiko tinggi, seperti memiliki penyakit diabetes, hipertensi, asma perlu lebih sering melakulan pengecekan untuk memastikan kondisi kesehatan kandungannya.

Termasuk juga ibu yang punya riwayat kehamilan sebelumnya berisiko misalnya bayi meninggal dalam kandungan, lahir prematur, atau gangguan pertumbuhan perlu kontrol lebih sering.

"Jangan sampai kondisi COVID-19 ini ibu takut untuk melakukan pengecekan kehamilan terutama tiga bulan akhir menjelang persalinan yang berdampak pada kesehatan janin dalam kandungannya," terang dr Kathleen.

dr Kathleen mengatakan sampai saat ini belum ada rekomendasi bagaimana cara paling aman proses persalinan mencegah COVID-19. Tapi kembali pada indikasi apakah ada gejala pada ibu hamil atau bayi yang harus dilakukan tindakan.

Selain rutin kontrol kesehatan ibu hamil diminta patuh menerapkan protokol kesehatan untuk kesehatan ibu dan janin dalam kandungannya. Biasakan pakai masker jika keluar rumah, jaga jarak dan hindari kerumunan, serta cuci tangan pakai sabun di air mengalir.

"Sebisa mungkin tetap di rumah, kecuali keluar untuk memeriksakan kesehatan kandungan," pungkas dr Kathleen.

Oleh karena itu, selalu #IngatPesanIbu dan ikuti saran ahli untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 seperti yang dikampanyekan #SatgasCOVID19 dengan melakukan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).



Simak Video "Proses Melahirkan hingga Menyusui pada Ibu Positif Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/up)