Jumat, 16 Okt 2020 05:32 WIB

Terbaru Vaksin COVID-19 Biofarma untuk Indonesia, Halal atau Haram?

Rosmha Widiyani - detikHealth
COVID-19 named by WHO for Novel coronavirus NCP concept. Doctor or lab technician in PPE suit holding blood sample with novel (new) coronavirus  in Wuhan, Hubei Province, China, medical and healthcare Foto: Getty Images/iStockphoto/Pornpak Khunatorn/Terbaru Vaksin COVID 19 Biofarma untuk Indonesia, Halal atau Haram?
Jakarta -

Bio Farma resmi menjadi salah satu Potential Drug Manufacturer CEPI for COVID-19. Pada 15 September lalu, Bio Farma melakukan penilaian due diligence terkait vaksin COVID-19.

"Pengembang vaksin COVID-19 ada yang belum memiliki fasilitas produksi massal mandiri. CEPI mempertemukannya dengan produsen vaksin yang telah memenuhi persyaratan tertentu, dan Bio Farma salah satunya," kata Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (15/10/2020).

Produksi vaksin COVID-19 Bio Farma akan dimulai pada kuartal empat 2021 dan kuartal satu 2022. Fasilitas Bio Farma yang akan digunakan CEPI nantinya untuk memproduksi vaksin COVID-19 multiplarform 100 juta dosis per tahun.

Coalition for Epidemic Preparedness (CEPI) bersama badan kesehatan dunia WHO dan Gavi membentuk COVID-19 Vaccine Global Access (Covax). Dikutip dari situs CEPI, Covax memastikan vaksin COVID-19 terdistribusi rata ke seluruh dunia.

Covax juga menyediakan akses pada berbagai kandidat vaksin COVID untuk semua negara. Saat ini ada beberapa kandidat vaksin yang bekerja sama dengan Covax, dengan beberapa sudah memasuki tahap 3.

Vaksin COVID-19 tahap 3 yang bekerja sama dengan CEPI adalah:

1. Moderna

CEPI menjalin kerja sama dengan Moderna pada Januari 2020 untuk mengembangkan kandidat vaksin COVID-19 mRNA-1273.

2. AstraZeneca

Universitas Oxford menggunakan teknologi vektor ChAdOx1 untuk menghasilkan AstraZeneca. Teknologi ini pernah digunakan untuk memproduksi kandidat vaksin lain menghadapi berbagai penyakit.

Selain dengan CEPI, masih ada empat vaksin COVID-19 lainnya yang telah memasuki uji klinis tahap 3. Pada tahap ini, uji bersifat membandingkan keamanan dan efektivitas terapi atau pengobatan.

Vaksin COVID-19 tahap 3 lainnya adalah:

1. Vaksin Sinovac

2. Wuhan Institute of Biological Product/Sinopharm

3. Beijing Institute of Biological Product/Sinopharm

4. BioNTech/FoSun Pharma/Pfizer

Seiring kemajuan uji klinis, status halal vaksin COVID-19 menjadi pertanyaan banyak masyarakat Indonesia. Terkait hal ini Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, sempat mengatakan pernah membahasnya dengan MUI.

"Terkait dengan hal-hal sudah dibahas dengan MUI dan karena untuk pandemi COVID-19 semuanya Insya Allah halal, Halalan Thayyiban," kata Airlangga dalam konferensi pers dengan BNPB.

Menurut Airlangga, kebutuhan vaksin sudah diamankan untuk 135 juta orang dengan ketersediaan 270 juta pasokan untuk 2021. Total seluruh penerima vaksin COVID-19 adalah 160 juta orang dengan kebutuhan 320 juta dosis.



Simak Video "Sederet Fakta Vaksin COVID-19 Pfizer yang Uji Klinisnya Sudah Rampung"
[Gambas:Video 20detik]
(row/erd)