Jumat, 16 Okt 2020 16:30 WIB

Tokyo Kembali Alami Lonjakan Kasus COVID-19 Sejak Agustus Lalu

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Warga Jepang memperingati 75 tahun bom atom Hiroshima. Dalam peringatan itu, warga tampak pakai masker dan jaga jarak untuk cegah penyebaran virus Corona. Terjadi lonjakan kasus Corona di Tokyo, Jepang. (Foto: Getty Images/Carl Court)
Jakarta -

Ibu kota Jepang, Tokyo, kembali mencatat adanya lonjakan kasus virus Corona sejak 20 Agustus 2020 lalu. Tokyo mencatat ada 284 kasus infeksi baru COVID-19 pada Kamis (15/10/2020), sehingga jumlah kumulatifnya mencapai 28.420 kasus Corona.

Melihat ini, Gubernur Tokyo Yuriko Koike mendesak warganya untuk tetap waspada di tengah pandemi yang belum berakhir ini. Bahkan sejumlah ahli menganalisa peningkatan kegiatan ekonomi dan klaster infeksi baru yang memicu lonjakan kasus ini.

"Kami membutuhkan kewaspadaan lebih lanjut atas tren ini," kata Yuriko Koike, yang dikutip dari CNN International, Jumat (16/1/20).

Pemerintah mengatakan bahwa keinginan masyarakat untuk kembali ke kehidupan normal, juga berkontribusi pada peningkatan kasus Corona di Jepang.

"Keinginan kuat publik untuk kembali ke kehidupan normal dengan mengaktifkan pergerakan masyarakat menjadi salah satu yang mengakibatkan meluasnya klaster infeksi," jelas pemerintah.

Pada Juli lalu, Pemerintah Kota Tokyo menetapkan status darurat level empat atau yang tertinggi. Hal ini diakibatkan karena adanya penambahan kasus infeksi virus Corona.

Peringatan level empat ini menandakan bahwa 'infeksi sudah menyebar'. Selain itu, para warga di Tokyo juga didesak untuk tidak melakukan perjalanan yang melintasi perbatasan prefektur untuk mencegah penularan ke wilayah lain.



Simak Video "Pemerintah Tokyo Terapkan Status Darurat Level Empat Kasus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)