Senin, 19 Okt 2020 18:35 WIB

Punya Risiko Tinggi COVID-19, Lansia di Banyumas Diberi Gelang Penanda

Arbi Anugrah - detikHealth
Lansia di Banyumas Lansia di Banyumas diberi gelang penanda. (Foto: Arbi Anugrah/detikHealth)
Banyumas -

Untuk menekan angka kematian akibat virus Corona atau COVID-19 yang terjadi pada sebagian warga yang mempunyai penyakit penyerta atau komorbid, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas memberi tanda khusus berupa gelang bagi para lansia.

"Tujuannya jangan sampai ada lagi orang meninggal karena COVID-19," kata Bupati Banyumas, Achmad Husein kepada wartawan saat peluncuran Desa Siaga Komorbid di Balai Desa Danaraja, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Senin (19/10/2020).

Menurut Achmad, nantinya warga yang telah diberi gelang tersebut akan diawasi dan diedukasi oleh petugas kesehatan dan Satgas Covid-19. Hingga saat ini di Banyumas terdapat sebanyak 19 orang meninggal akibat Covid-19 yang rata rata merupakan usia tua dan komorbid.

BACA JUGA

"Terakhir adalah ibu hamil usia 29 tahun, masih muda. Dari hitungan klinis, walaupun dia itu komorbid, tetapi kalau tidak ada COVID-19 kemungkinan besar tidak sampai meninggal," ujarnya.

Sementara menurut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Banyumas Didi Rudwianto menjelaskan jika berdasarkan pendataan sejumlah dinas. Hingga saat ini terdapat sekitar 77.095 lansia di Kabupaten Banyumas.

Dia mengungkapkan, dari jumlah lansia yang ada, rinciannya diantaranya sebanyak 6.840 orang masuk kategori risiko ringan, kemudian 9.183 kategori risiko sedang dan 272 orang masuk risiko tinggi.

"Semua yang perlu dilindungi, terdata di aplikasi Jiwong Jiga (Siji Wong, Siji Jaga), by name by address," ujarnya.

BAVA JUGA



Simak Video "Kemenkes: Lansia Perlu Hati-hati Gunakan Herbal untuk Atasi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)