Selasa, 20 Okt 2020 15:13 WIB

Survei WHO: 57 Persen Warga Indonesia Mau Menerima Vaksin COVID-19

Firdaus Anwar - detikHealth
Tidak memberikan imunisasi pada anak sama bahayanya jika terkena virus Corona COVID-19. Foto: Agung Mardika
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini memaparkan hasil survei persepsi masyarakat dunia terkait wabah COVID-19. Survei tersebut menunjukkan tingkat pemahaman masyarakat terhadap berbagai aspek pandemi, salah satunya kesiapan menerima vaksin COVID-19.

Di Indonesia, survei menemukan bahwa sekitar 57 persen dari 5.852 responden mengaku siap menerima vaksin COVID-19 bila sudah tersedia.

Hingga saat ini memang belum ada vaksin COVID-19 yang diakui terbukti efektif dan terjamin secara internasional. Namun, dengan mengetahui tingkat penerimaan masyarakat, pembuat kebijakan disebut dapat mulai menyusun rencana skema pemberian vaksin.

"Mengetahui di mana tingkat penerimaan yang rendah dan melakukan riset tambahan untuk mengetahui alasan di baliknya tidak kalah penting dari persiapan infrastruktur saat vaksin sudah siap," tulis John Hopkins Center for Communication Programs yang ikut terlibat dalam survei dan dikutip pada Selasa (21/10/2020).

Pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD, menilai rencana pemerintah Indonesia untuk mengeluarkan izin darurat penggunaan vaksin COVID-19 harus benar-benar diperhatiakan. Jangan sampai komunikasi yang keliru malah semakin menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin.

"Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat itu disampaikan ke publik. Sehingga nanti mereka bisa bantu dukung, ilmuwan bisa membantu mendukung, kan harus berbasis data, jadi nanti makin kuat data ilmiahnya," kata Ahmad pada detikcom.



Simak Video "Polemik Vaksinasi yang Dibayang-bayangi Kematian"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)