Selasa, 20 Okt 2020 13:39 WIB

Menristek: Butuh 360 Juta Dosis Vaksin untuk Bentuk Herd Immunity COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 mulai melakukan penyuntikan vaksin bagi para relawan. Proses penyuntikan itu dilakukan di Bandung. Penyuntikan vaksin COVID-19 pada relawan. (Foto: Antara Foto)
Jakarta -

Pemerintah menargetkan program vaksinasi COVID-19 dimulai akhir November mendatang. Pemberian vaksin akan dilakukan secara bertahap dan ada kemungkinan pemberiannya lebih dari satu kali.

Disebutkan oleh Menteri Riset dan Teknologi, Prof Bambang Brodjonegoro, untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap COVID-19, dibutuhkan sekitar 360 juta dosis vaksin.

"Untuk memperlancar produksi, hitungannya kalau menggunakan herd imunity itu 2/3 penduduk harus divaksin atau sekitar 180 juta. Kalau satu orang butuh dua kali vaksin, maka dibutuhkan minimal 360 juta (dosis)," katanya

Saat ini kapasitas produksi vaksin di Bio Farma hanya sekitar 250 juta dosis sehingga pemerintah menggandeng pihak swasta untuk pengembangan vaksin.

Selain mempersiapkan vaksinasi dalam waktu dekat, pemerintah juga mempercepat pembuatan vaksin COVID-19 dalam negeri atau vaksin Merah-Putih. Sebab, vaksin COVID-19 belum tentu bisa menjaga daya tahan tubuh seumur hidup sehingga butuh revaksinasi.

"Artinya kita butuh kemampuan untuk selalu menyediakan vaksin COVID-19 yang dibuat di dalam negeri," sebutnya.

Pemerintah sudah mengamankan sekitar 18,1 juta dosis vaksin tahun ini. Cansino menyanggupi 100 ribu dosis vaksin (single dose), G42/Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) dan Sinovac 3 juta dosis vaksin. Sinovac juga menyanggupi pengiriman 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk.



Simak Video "Libatkan IDI, Pemerintah Masih Tunggu Izin BPOM Terkait Vaksinasi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)