Selasa, 20 Okt 2020 18:19 WIB

Perbedaan Virus Corona Vs Norovirus, Mana yang Lebih Berbahaya?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Pembuat vaksin asal China, Sinovac Biotech, berencana memulai uji coba klinis vaksin virus Corona eksperimental terhadap anak-anak dan remaja pada akhir bulan ini. Perbedaan Virus Corona Vs Norovirus, Mana yang Lebih Berbahaya? Foto: Getty Images/Lintao Zhang/
Jakarta -

Infeksi virus Corona belum selesai tertangani, tetapi dunia sudah harus berhati-hati menghadapi serangan Norovirus. Infeksi Norovirus sebenarnya pernah ditemukan di Indonesia awal tahun 2019 lalu yang laporannya dimuat dalam Jurnal of Medical Virology bulan Mei 2020.

"Dari 91 sampel feses yang diperiksa ternyata 14 sampel atau 15,4 persen mengandung norovirus. Sampel penelitian yang dilakukan awal tahun 2019 ini diambil dari beberapa rumah sakit di Kota Jambi," tulis dekan FKUI Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD(K), dalam rilis yang diterima detikcom.

Riset tentang Norovirus dilakukan Dr Juniastuti, dkk, dari Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga. Dengan adanya kasus ini, sebetulnya apa perbedaan virus Corona dan Norovirus? Mana yang lebih berbahaya?

Dikutip dari jurnal What Makes a Foodborne Virus: Comparing Coronaviruses with Human Noroviruses, virus Corona dan Norovirus sama mempengaruhi kehidupan manusia. Foodborne merujuk pada makanan yang telah tercemar bakteri atau virus yang berisiko mengganggu kesehatan manusia jika dimakan.

Berikut perbedaan virus Corona vs Norovirus:

1. Daya tahan

Dalam jurnal yang ditulis Dan Li, dkk, tersebut, virus Corona punya daya tahan lebih lemah dibanding Norovirus. Pertahanan Norovirus lebih baik menghadapi praktik disinfektan umum.

Praktik kebersihan tersebut meliputi penggunaan alkohol, klorin, dan ultraviolet pada makanan, tangan, serta perlengkapan makan. Praktik ini biasa diterapkan sebelum makan untuk menjaga kebersihan.

2. Peluang penyebaran lewat makanan

Tulisan yang dipublikasikan lewat US National Library of Medicine National Institutes of Health ini membahas peluang virus Corona sebagai foodborne virus. Corona memang bisa bertahan di makanan dan kemasan tanpa kehilangan kemampuan infeksi.

Hasilnya, peluang penyebaran virus Corona melalui makanan (foodborne transmission) lebih rendah dibanding Norovirus. Virus Corona menyebar lewat droplet dan kemungkinan melalui udara, sehingga disarankan pakai masker sebagai upaya pencegahan.

3. Belum ada bukti penyebaran virus Corona lewat makanan

Dalam tulisan dijelaskan, infeksi virus Corona belum pernah ditemukan terkait dengan konsumsi makanan. Selain itu, virus Corona belum pernah terdeteksi lewat makanan.

Namun terkait fakta ini, Dan Li, dkk, menyatakan jangan sampai menurunkan kewaspadaan menghadapi virus Corona. Virus tersebut tergolong baru sehingga ada kemungkinan ditemukannya hal baru terkait Corona.


4. Rute penyebaran yang berbeda

Virus Corona menginfeksi sistem pernapasan berbeda dengan Norovirus yang menyerang organ pencernaan manusia. Norovirus mengikuti rute fecal-oral transmission sebelum masuk ke dalam tubuh.

Hingga saat ini belum ada bukti virus Corona mengikuti fecal-oral transmission seperti Norovirus atau foodborne virus lainnya. Rute penyebaran ini akan dijelaskan lewat temuan riset selanjutnya.

5. Virus Corona Vs Norovirus, mana yang lebih bahaya?

Infeksi virus Corona dan Norovirus sama-sama berisiko merugikan manusia meski memiliki cara yang berbeda. Virus Corona lewat sistem pernapasan, sedangkan Norovirus melalui makanan dan organ pencernaan.

Karena itu, setiap orang wajib melakukan upaya pencegahan dengan selalu menjaga kebersihan dan memperkuat sistem imun. Untuk pencegahan virus Corona, pertahanan ditambah penggunaan masker setiap hari saat beraktivitas.



Simak Video "Dear Warga Indonesia, Yuk Lakukan 3W Agar Terhindar Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(row/pal)