Kamis, 22 Okt 2020 14:29 WIB

Satgas COVID-19 Bantah Tes Corona di RI Terendah, Bagaimana Faktanya?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. Ilustrasi tes spesimen. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Pemeriksaan spesimen atau tes swab merupakan standar utama untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi COVID-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga meminta agar semua negara gencar melakukan testing untuk menjaring mereka yang terinfeksi untuk dilakukan karantina agar penyebaran COVID-19 tak makin meluas.

Indonesia dianggap sebagai salah satu negara dengan jumlah testing COVID-19 terendah dibandingkan negara lain. Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo membantah hal tersebut dan mengatakan Indonesia terus menyesuaikan jumlah tes sesuai target yang ditetapkan WHO.

"Menurut saya kurang tepat. Jadi itu (testing rendah) mengambil data sudah lama. Kalau data lama, memang lab kita terbatas, pemeriksaan terbatas, petugasnya sedikit," jelas Doni, dalam konferensi pers di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Doni membandingkan data jumlah testing yang dilakukan sejak awal pandemi COVID-19 hingga saat ini. Jika dilihat di bulan April-Mei, jumlah pemeriksaan hanya sekitar 10 ribu spesimen per hari.

Di bulan-bulan setelahnya, target testing naik menjadi 20 ribu kemudian saat ini pemerintah menargetkan 50 ribu pemeriksaan spesimen per hari.

Berdasarkan data dalam beberapa hari terakhir, jumlah pemeriksaan spesimen di Indonesia mencapai lebih dari 40 ribu sampel per hari. Sudah di atas target yang ditetapkan WHO yaitu sekitar 38 ribu tes.

Hanya saja, disebutkan oleh Doni, ada kalanya satu orang sampelnya lebih dari satu sehingga kemampuan tes spesimen di Indonesia rata-rata 33 ribu orang per hari.

"Dulu mungkin hanya belasan persen dari standar yang ditetapkan WHO. Sekarang sudah posisi 82 persen, angka yang cukup membanggakan. Dulu banyak pihak yang pesimis dan menganggap kita tidak bisa melakukan spesimen," papar Doni.

Bagaimana perbandingan jumlah tes di Indonesia dan negara ASEAN?

1. Indonesia: 15.186 tes per 1 juta penduduk

2. Filipina: 40.447 tes per 1 juta penduduk

3. Malaysia: 59.714 tes per 1 juta penduduk

4. Singapura: 594.471 tes per 1 juta penduduk

5. Thailand: 13.999 tes per 1 juta penduduk

6. Brunei Darussalam: 148.333 tes per 1 juta penduduk

7. Vietnam: 12.770 tes per 1 juta penduduk

8. Laos: 8.443 tes per 1 juta penduduk

9. Myanmar: 10.133 tes per 1 juta penduduk

10. Kamboja: 10.069 tes per 1 juta penduduk.



Simak Video "Pemeriksaan Spesimen Covid-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)