Kamis, 22 Okt 2020 18:34 WIB

Presiden Brasil Tolak Beli Vaksin COVID-19 dari China

Ayunda Septiani - detikHealth
Brazils President Jair Bolsonaro who is infected with COVID-19, wears a protective face mask as he waves to supporters during a Brazilian flag retreat ceremony outside his official residence Alvorada Palace, in Brasilia, Brazil, Friday, July 17, 2020. On Thursday evening, the federal health ministry reported that the country had passed 2 million confirmed cases of virus infections and 76,000 deaths. (AP Photo/Eraldo Peres) Presiden Brasil Jair Bolsonaro. (Foto: AP Photo/Eraldo Peres)
Jakarta -

Presiden Brasil Jair Bolsonaro menolak rencana pembelian 46 juta dosis vaksin virus Corona COVID-19 buatan China. Penolakan ini memicu kekhawatiran karena rencana pembelian tersebut akan diuji di negara bagian di Brasil.

"Orang-orang Brasil tidak akan menjadi kelinci percobaan siapapun," tulis Bolsonaro di akun media sosial seraya mengatakan jika uji klinis vaksin Corona belum menyelesaikan permasalahan.

"Keputusan saya adalah tidak membeli vaksin semacam itu (buatan China)," tulisnya lagi.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Eduardo Pazuella dalam pertemuan dengan Gubernur Sao Paulo Joao Doria mengumumkan pembelian vaksin Corona dari China senilai U$360 juta atau setara dengan Rp 5,2 miliar.

"Vaksin Butantan akan menjadi vaksin Brasil," kata Pazuello, Selasa (20/10/2020), seperti dikutip dari laman AP.

Doria merupakan musuh Bolsonaro lantaran negara bagiannya ikut serta dalam pengembangan vaksin melalui buatan Butantan Institute. Sebaliknya, Bolsonaro yang sebelumnya sempat positif terinfeksi Corona hingga saat ini kerap mengabaikan pandemi.

"Banyak keputusan dari Tuan Joao Doria tidak cocok dengan keputusan yang ingin saya ambil jika pengadilan tidak menghentikan saya," kata Bolsonaro.

Kementerian Kesehatan Brasil pada Senin (19/10/2020) lalu mengeluarkan dokumen yang mengkonfirmasi pembelian vaksin Corona kerjasama Butantan dengan Sinovac dengan harga perkiraan per dosisnya US$10,3.

Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa pembelian vaksin ini akan bergantung pada persetujuan dari kementerian kesehatan. Namun, Bolsonaro justru tidak menyetujui rencana tersebut.

Sejak awal pandemi, Bolsonaro dan Doria memiliki kebijakan yang berbanding terbalik mengenai isolasi mandiri di rumah hingga pembatasan aktivitas di luar ruangan.

Brasil hingga saat ini masih menjadi negara dengan kasus Corona tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan India. Hingga saat ini, ada 5.273.952 kasus dengan 154.837 kematian akibat Corona di Negeri Samba.



Simak Video "Sederet Fakta Vaksin COVID-19 Pfizer yang Uji Klinisnya Sudah Rampung"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)