Jumat, 23 Okt 2020 15:55 WIB

13 Gejala COVID-19 Ini Paling Sering Dirasakan Pasien Corona di DKI

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Warga melintas di depan mural bertemakan Lawan COVID-19 di kawasan Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara, Senin (6/7). Menurut keterangan warga mural tersebut merupakan aksi lomba membuat mural bertemakan COVID-19 dengan tujuan mengkampanyekan untuk selalu menerapkan protkoler kesehatan di era New Normal. Virus Corona COVID-19 (Foto: Pradita Utama)
Topik Hangat Fenomena Long COVID-19
Jakarta -

Masing-masing individu memiliki respons yang berbeda terhadap infeksi COVID-19. Beberapa mengeluhkan gejala berat, ringan, bahkan ada yang tak bergejala sama sekali.

Analisis yang dilakukan oleh tim epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) dan Bappenas mengenai Pemodelan Epidemi COVID-19 menemukan sederet gejala yang kerap dialami oleh pasien COVID-19 di DKI Jakarta yang diharapkan bisa menjadi acuan untuk kondisi di Indonesia.

"COVID-19 itu bukan flu, bukan ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), jadi gejalanya sangat bervariasi bahkan sebagian besar tidak bergejala," kata ahli epidemiologi FKM UI Pandu Riono dalam webinar Bappenas di kanal Youtube, Jumat (23/10/2020).

Berikut gejala yang kerap dirasakan pasien COVID-19 di DKI:

1. Batuk: 3.512 kasus
2. Demam: 2.680 kasus
3. Malaise: 2.036 kasus
4. Pneumonia: 1.765 kasus
5. Sesak napas: 1.657 kasus
6. Sakit kepala: 1.483 kasus
7. Flu: 1.412 kasus
8. Mual-muntah: 1.356 kasus
9. Sakit tenggorokan: 1.314 kasus
10. Nyeri otot: 1.007 kasus
11. Sakit perut: 631 kasus
12. Menggigil: 615 kasus
13. Diare: 480 kasus

Selain itu disebutkan oleh Pandu, gejala COVID-19 yang dialami pasien bisa beragam. Ada yang hanya mengidap satu gejala tapi tidak menutup kemungkinan yang lainnya bisa mengalami beberapa gejala sekaligus.

Dalam pemaparan tersebut diperlihatkan juga pasien COVID-19 yang meninggal kebanyakan mengalami sesak napas atau sekitar 22,1 persen dari jumlah pasien yang mengeluhkan gejala tersebut.

"Paling tinggi pneumonia dan sesak yang mendorong orang harus dirawat di rumah sakit dan masuk ICU untuk mendapat bantuan napas dengan ventilator," ungkapnya.

Mengetahui gejala yang dialami saat terinfeksi COVID-19 sangat membantu untuk menurunkan angka kematian. Terlebih kasus bergejala lebih berisiko untuk kematian daripada tidak bergejala.



Simak Video "Dear Warga Indonesia, Yuk Lakukan 3W Agar Terhindar Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)
Topik Hangat Fenomena Long COVID-19