Sabtu, 24 Okt 2020 15:01 WIB

Kelompok Ini Lebih Berisiko Alami Long Covid, Tetap Sakit Meski Sembuh

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Kelompok yang rentan mengalami long covid. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Topik Hangat Fenomena Long COVID-19
Jakarta -

Mengalami gejala COVID-19 selama lebih dari empat pekan termasuk salah satu kondisi yang dialami para penyintas 'long Covid'. Peneliti Inggris menyebut lansia dan wanita lebih berisiko mengalami long Covid.

Analisis para ahli melihat sekitar 5 persen dari pasien COVID-19 bahkan memiliki gejala lebih dari delapan minggu. Peneliti mengidentifikasi dua karakteristik pengidap long Covid.

Pertama pasien yang mengalami gejala pernapasan, seperti batuk dan sesak napas, ditambah kelelahan dan sakit kepala. Sementara kelompok lain mengalami jantung berdebar, masalah usus, kesemutan, mati rasa, dan kabut otak.

"Ini akan membuka jalan bagi uji coba intervensi awal untuk mengurangi efek jangka panjang dari COVID-19," peneliti Dr. ClaireSteves, seorang akademisi klinis di King's College London, mengatakan dalam sebuah pernyataan dikutip dari WebMD.

Pengidap long Covid memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk kambuh setelah mereka pulih. Sekitar 22 persen lansia berusia 70 tahun juga lebih berisiko mengalami long Covid dibandingkan usia lain.

Selain itu peneliti mendapati pengidap asma atau penyakit paru lebih mungkin mengalami long Covid daripada pasien yang tidak memiliki penyakit penyerta sebelumnya.

Kondisi long Covid tidak membedakan usia atau status kesehatan. Mereka yang mengalami kondisi ringan atau asimtomatik pada awalnya, juga melaporkan gejala yang berkepanjangan.



Simak Video "Yang Harus Dilakukan Jika Tak Bisa Cium Bau Seperti Gejala Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)
Topik Hangat Fenomena Long COVID-19