Selasa, 27 Okt 2020 14:41 WIB

Aliansi Dokter Dunia Ragukan COVID-19, Kiprahnya di RS Dipertanyakan

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Para pekerja di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon, Jakarta, menerima bantuan 60 alat pelindung diri (APD) hamzat, dan ratusan paket sembako. Aliansi Dokter Dunia menyebut COVID-19 sama seperti flu biasa (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Video viral Aliansi Dokter Dunia rupanya bikin gerah kalangan dokter, khususnya yang berada di garda depan penanganan COVID-19. Pasalnya, sekelompok orang yang mengaku dokter medis itu menyebut COVID-19 sama seperti flu biasa.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH menyebut, fakta di lapangan mementahkan klaim orang-orang yang mengaku Aliansi Dokter Dunia tersebut. Pada COVID-19, sebagian pasien ada yang mengalami komplikasi seperti radang paru dan meninggal.

"Kami yang di rumah sakit mempertanyakan juga, orang-orang itu bekerja di rumah sakit atau nggak. Benar dokter atau nggak," kata Prof Ari, Selasa (27/10/2020).

"Kalau benar-benar sejatinya dokter dia ketemu memang praktik sebagai dokter di rumah sakit sudah jelas. Pasti dia akan lihat bahwa pasien-pasien (COVID-19) itu ada di rumah sakit," lanjutnya.

Petugas penggali makam jenazah COVID-19 menulis nama dan kelompok yang bertugas di komplek pemakaman Pondok Ranggon.Ribuan orang meninggal karena COVID-19. Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

Pendapat senada disampaikan Ketua Satgas Covid Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Prof Dr dr Zubairi Djoerban, SpPD(K). Menurutnya, tidak sulit untuk membuktikan adanya ancaman COVID-19.

"Di sekitar kita banyak. Kalau tidak percaya juga, silahkan datang ke rumah sakit rujukan COVID. Ada banyak banget di sekitar kita. Gampang sekali, kalau nggak percaya tinggal ke rumah sakit, ada nggak yang dirawat? Atau kalau nggak masuk ICU, atau masuk ruang jenazah," kata Prof Zubairi.

Perbedaan pandangan di kalangan medis sebenarnya bukan hal yang diharamkan. Namun menurut Prof Ari, setiap argumen hendaknya memiliki dasar ilmiah yang kuat agar bisa didiskusikan.

"Dokter nggak bisa asal ngomong, harus berdasarkan bukti ilmiah. Bukti ilmiah itu adanya di publikasi internasional," tegasnya.



Simak Video "Dear Warga Indonesia, Yuk Lakukan 3W Agar Terhindar Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)