Selasa, 27 Okt 2020 15:42 WIB

Bagaimana Jika Relawan Vaksin COVID-19 Sakit? Menristek Jelaskan Alurnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Ilustrasi vaksin Corona. (Foto: iStock)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, dua relawan mengalami masalah kesehatan saat menjalani uji vaksin COVID-19. Diketahui, kasus yang terjadi di Amerika dan Brasil ini berkaitan dengan uji klinis vaksin Corona Oxford-AstraZeneca.

Kandidat vaksin COVID-19 lainnya yang dikembangkan Johnson & Johnson juga mengalami hal serupa. Seorang relawan mengalami unexplained illness yang mengharuskan uji klinis ditangguhkan, meski belakangan telah dilanjutkan kembali.

Melihat hal ini, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan pengembangan vaksin COVID-19 memang lebih rumit dari vaksin penyakit lainnya, karena Corona sifatnya global pandemi. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, maka harus memastikan vaksin yang dihasilkan itu aman.

"Dalam kriteria vaksin, yang pertama harus dipenuhi adalah keamanan atau safety. Vaksin itu jangan sampai menimbulkan efek samping yang bisa mengganggu nyawa dari manusia itu sendiri," jelasnya dalam siaran pers di BNPB melalui kanal YouTube Selasa (27/10/2020).

"Jika bibit vaksin Merah Putih sudah bisa diserahkan pada biofarma, yang pertama adalah uji klinis tahap 1 yang berbicara masalah keamanan, belum bicara ini manjur atau tidak. Kita pastikan ini aman jika nanti diberikan pada manusia. Tidak akan menimbulkan gangguan kesehatan yang serius, apalagi sampai berbahaya untuk nyawa manusia," kata Bambang.

Bambang mengatakan, jika kasus seperti di Amerika dan Brasil terjadi, vaksin akan diteliti terkait dengan penyebab dari gangguan kesehatan tersebut.

"Kalau ada satu relawan yang mengalami kondisi seperti di Brasil atau Amerika, diteliti lebih lanjut apakah gangguan kesehatan tersebut memang karena dari vaksinnya atau ada masalah lain dalam tubuh si relawan tersebut," ujarnya.

Jika memang masalah kesehatan itu bukan disebabkan oleh vaksin COVID-19, lanjut Bambang, uji coba vaksin itu akan kembali teruskan dengan sangat hati-hati.



Simak Video "Sederet Fakta Vaksin COVID-19 Pfizer yang Uji Klinisnya Sudah Rampung"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)