Kamis, 29 Okt 2020 15:00 WIB

Peneliti Ungkap 4 Kondisi Kulit yang Bisa Jadi Tanda Infeksi COVID-19

Ayunda Septiani - detikHealth
Virus Corona terbaru atau Sars-Cov-2 yang menjadi penyebab COVID-19 memang berbahaya. Tapi tampilannya di bawah mikroskop bisa sangat bertolak belakang. Virus Corona ternyata bisa menunjukkan gejala pada kulit. (Foto: NIAID)
Jakarta -

Peneliti dari King's College London menemukan bahwa 8,8 persen orang yang melaporkan hasil tes COVID-19 yang positif mengalami gejala ruam kulit. Tim peneliti juga melakukan survei online secara terpisah, mengumpulkan gambar dan informasi dari hampir 12 ribu orang dengan keluhan ruam kulit.

Selain itu, studi ini menemukan gejala ruam kulit ini dapat dibagi lagi menjadi beberapa kategori. Salah satu ciri di antaranya disebut khas terjadi pada pasien COVID-19. Apa saja?

Ruam dengan benjolan

Ruam tipe sarang (urtikaria) yang merupakan munculnya benjolan mendadak pada kulit yang timbul dan hilang cukup cepat selama berjam-jam dan biasanya sangat gatal. Ini dapat melibatkan bagian tubuh mana pun dan seringkali dimulai dengan rasa gatal yang hebat pada telapak tangan atau telapak kaki.

Bahkan, dapat menyebabkan pembengkakan pada bibir dan kelopak mata. Waspadai gejala ini jika ruam semakin meluas dan terasa sakit.

Ruam mirip cacar

Biang keringat atau ruam jenis cacar air yang menjadi area kecil, benjolan merah gatal yang dapat terjadi di mana saja di tubuh. Terutama siku dan lutut serta punggung tangan dan kaki. Ruam bisa bertahan selama berhari-hari atau berminggu-minggu.

Ruam keunguan

Jari tangan dan kaki yang kemerahan dan benjolan keunguan di jari tangan atau kaki, yang mungkin terasa sakit tetapi biasanya tidak gatal.

Jenis ruam ini paling spesifik untuk COVID-19, lebih sering terjadi pada orang yang lebih muda dengan penyakit tersebut, dan cenderung muncul di kemudian hari.

"Ini adalah pola umum yang terlihat pada infeksi virus dengan ruam simetris yang terdiri dari banyak bercak kemerahan atau benjolan di seluruh tubuh," Asosiasi Dermatologi Inggris, dikutip dari Express UK.

Tanda penting lain

Biasanya disertai gejala penyakit virus, seperti batuk dan malaise. Namun, pasien dengan dugaan COVID-19 juga bisa datang dengan tanda di kulit tetapi tanpa disertai gejala lain.

Dr Mario Falchi, dosen senior di King's College London, mengatakan pasien COVID-19 dilaporkan menderita ruam selama berminggu-minggu, jauh lebih lama daripada gejala yang lebih umum.

"Ruam COVID-19 dapat muncul dalam berbagai bentuk dan pada tahap penyakit yang berbeda. Meskipun kurang lazim dibandingkan demam, penyakit ini lebih spesifik untuk COVID-19 dan bertahan lebih lama," tuturnya.



Simak Video "Mata Pink Mike Pence Jadi Trending Usai Debat Cawapres AS"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)