Jumat, 30 Okt 2020 18:02 WIB

AS Diperkirakan Tak Bisa Vaksinasi COVID-19 Tahun Ini, Apa Sebabnya?

Ayunda Septiani - detikHealth
Sejumlah Tantangan Pengembangan Vaksin Corona AstraZeneca Ilustrasi vaksin corona. (Foto: DW (News))
Jakarta -

Penasihat kesehatan Gedung Putih sekaligus dokter penyakit menular, Anthony Fauci, mengatakan vaksin virus corona COVID-19 kemungkinan tidak akan tersedia di Amerika Serikat (AS) hingga Januari 2021 mendatang.

Fauci mengatakan sekitar bulan Desember mendatang akan banyak perusahaan yang akan memiliki dewan pemantauan keamanan data untuk melihat detail dari vaksinnya. Jika dewan tersebut merekomendasikan vaksin tersebut, maka perusahaan dapat mengajukan izin penggunaan darurat dari Administrasi Makanan dan Obat (FDA) AS.

"Sekitar bulan Desember Anda akan mulai melihat perusahaan dengan acara yang cukup," kata Fauci dalam wawancara online dengan Howard Bauchner, pemimpin redaksi Journal of American Medical Association, dikutip dari laman Bloomberg.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump, pemimpin industri farmasi, dan beberapa pejabat kesehatan masyarakat lainnya mengatakan bahwa vaksin untuk mencegah COVID-19 dapat tersedia sebelum pemilihan presiden pada 3 November. Namun, tanggal tersebut secara konsisten diundur, karena studi klinis vaksin mulai menemui beberapa rintangan.

Ada beberapa orang yang melakukan uji coba malah jatuh sakit. Tidak heran jika Fauci mengatakan studi yang saat ini sedang berlangsung tidak mungkin mencapai tolok ukur tersebut sampai sekitar bulan Desember 2020 mendatang.

Setelah data tersedia, perusahaan masih harus menganalisis temuan, mengajukan kepada FDA untuk penggunaan darurat dan berpartisipasi dalam sidang komite penasihat.

Saat ini ada lima perusahaan dalam tahap akhir studi untuk vaksin virus Corona. Vaksin dari Pfizer dan Moderna telah mendaftarkan uji coba mereka sepenuhnya. Jika vaksin ini lolos dan memiliki data keamanan yang cukup dan bahkan mungkin temuan kemanjuran jangka panjang, kedua vaksin tersebut dapat mengajukan penggunaan darurat vaksin pada Desember mendatang.

Pfizer mengatakan pada Selasa (27/10/2020) bahwa studi tahap akhir dari vaksin COVID-19 eksperimental belum mencapai angka tonggak yang diperlukan untuk menentukan apakah vaksin mereka menunjukkan tanda-tanda efektivitas.

Sementara itu, dewan pemantau ilmuwan yang mengawasi uji coba tersebut belum melakukan yang pertama dari empat tinjauan sementara yang direncanakan, karena belum ada 32 kasus infeksi virus Corona di antara 42.000 partisipannya.



Simak Video "Sederet Fakta Vaksin COVID-19 Pfizer yang Uji Klinisnya Sudah Rampung"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)