Sabtu, 31 Okt 2020 17:00 WIB

Varian Baru Mutasi Corona Kembali Ditemukan, Apa Lebih Menular?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Virus Corona dilihat dari mikroskop Penampakan virus Corona melalui mikroskop. (Foto: National Institute of Allergy and Infectious Diseases)
Jakarta -

Varian mutasi virus Corona kembali ditemukan dan sudah menyebar ke seluruh Eropa. Menurut studi yang dilakukan peneliti di Universitas Basel, Institut Biomedis Valensia, dan Universitas Valensia, varian mutasi yang diidentifikasi sebagai 20A.EU1.

"Sejak Juli, varian ini telah terekam di Spanyol dengan frekuensi di atas 40 persen," tulis peneliti yang dikutip dari CNBC International, Sabtu (31/10/2020).

Sementara di Irlandia, Swiss, dan Inggris frekuensinya mencapai 70 persen. Selain di Spanyol, varian mutasi Corona 20A.EU1 ini juga ditemukan ditemukan di Norwegia, Latvia, Belanda, dan Prancis.

Mengapa mutasi ini disebut lebih cepat menular?

Sebuah temuan menunjukkan bahwa orang yang baru kembali dari liburan di Spanyol mungkin berperan dalam menyebarkan varian baru mutasi virus tersebut.

Hal ini juga menimbulkan pertanyaan, terkait apakah peningkatan kasus baru-baru ini di seluruh wilayah ini dipengaruhi mutasi virus ini.

Namun, sampai kini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa varian mutasi COVID-19 20A.EU1 ini lebih cepat menyebar. Belum juga ditemukan bukti yang detail terkait tingkat keparahan virus.

"Saat ini tidak jelas apakah peningkatan kasus saat ini diakibatkan mutasi ini atau apakah insiden yang tinggi di Spanyol diikuti oleh penyebaran melalui wisatawan cukup menjelaskan peningkatan pesat di banyak negara,"

Sampai saat ini, kasus virus Corona di Eropa menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah hampir mencapai 10 juta kasus. Sementara kasus kematian terkait COVID-19 sudah mencapai 273.678 kasus.



Simak Video "Disebut 10x Lebih Menular, Mutasi Corona D614G Ditemukan di 5 Kota RI"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)