Senin, 02 Nov 2020 21:11 WIB

Singapura Kembali Izinkan Vaksin Influenza Usai Dihentikan Sementara

Firdaus Anwar - detikHealth
Vaccines / Health Care Concept Vaksin flu (Foto: iStock)
Jakarta -

Singapura sekitar seminggu yang lalu menyetop sementara penggunaan dua jenis vaksin inflluenza usai muncul kabar ada 71 pasien meninggal di Korea Selatan (Korsel). Belakangan pemberian vaksin kembali diizinkan karena hasil investigasi tidak menemukan kaitan yang kuat.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Singapura menyebut vaksin influenza yang beredar sudah memenuhi standar. Investigasi menyebut efek samping yang dilaporkan pasien hanya bersifat ringan, seperti timbul ruam merah, demam, dan nyeri, yang bisa sembuh sendiri.

"Efek samping yang dilaporkan konsisten dengan profil keamanan vaksin influenza," tulis Kemenkes Singapura seperti dikutip dari South China Morning Post, Senin (2/11/2020).

"Berdasarkan data yang ada, dua vaksin yang didistribusikan di Singapura ini sudah memenuhi standar kualitas," lanjutnya.

Kemungkinan sebanyak 71 pasien meninggal karena penyakit lain yang diidapnya. Tidak ada vaksin influenza dari produsen tertentu yang berhubungan dengan risiko lebih tinggi terhadap kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diketahui memang menyarankan pemberian vaksin influenza di tengah pandemi virus Corona COVID-19. Tujuannya untuk mengurangi angka pasien sakit karena flu musiman sehingga membuat beban sistem kesehatan jadi lebih berat.



Simak Video "Benarkah Vaksinasi Influenza Bisa Ringankan Gejala COVID-19?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)