Rabu, 04 Nov 2020 14:08 WIB

Mitos atau Fakta, Konsumsi Vitamin C Dapat Cegah Infeksi Corona?

Content Promotion - detikHealth
PT Mecosin Indonesia Foto: PT Mecosin Indonesia
Jakarta -

Berdasarkan data statistik laporan Satgas COVID-19 per tanggal 4 November 2020 tercatat jumlah kasus COVID-19 masih sangat tinggi dibandingkan pada kuartal III-2020, dengan rata-rata penambahan kasus baru per hari berada di angka 3.000 kasus. Pada grafik distribusi kasus COVID-19 periode 12-18 Oktober 2020, tercatat bahwa jumlah pria yang positif lebih tinggi yaitu 51%, sedangkan wanita 49% dengan didominasi kelompok usia produktif (19-45 tahun) yaitu sebesar 55,57% dari jumlah populasi yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Kota Jakarta masih menjadi penyumbang angka penderita COVID-19 tertinggi, diikuti 4 provinsi lainnya, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi. Keempat provinsi ini memberikan pengaruh cukup besar terhadap pergerakan ekonomi di Indonesia.

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani memperkirakan Indonesia akan mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 dengan kontraksi minus 1,7%. Realita ini akan menjadi tantangan yang sangat berat bagi golongan usia produktif, khususnya untuk mendapatkan kesempatan bekerja dan juga berprestasi di dunia kerjanya dikarenakan penambahan kasus baru COVID-19 berada pada kelompok usianya.

Jika Anda berada di kelompok usia produktif, dan daya tahan tubuh Anda rendah atau menurun maka pintu masuk untuk Anda terpapar virus Corona semakin terbuka lebar. Ketika kondisi tubuh Anda sedang lemah sehingga berakibat terpapar virus Corona maka gejala-gejala seperti batuk, sakit tenggorokan, badan ngilu-ngilu, bersin, hingga suhu badan meningkat akan mulai bermunculan. Akibatnya bukan hanya tidak bisa Rise and Shine, kesehatan Anda yang terus memburuk akan menjadi ancaman.

PT Mecosin IndonesiaFoto: PT Mecosin Indonesia

Vitamin C adalah Kunci

Ketika tubuh terinfeksi virus Corona akan terdeteksi oleh sistem daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh akan merespons dengan membentuk antibodi. Reaksi perlawanan tubuh terhadap virus Corona memunculkan gejala berbeda-beda pada tiap individu yang terpapar dengan masa inkubasi COVID-19 adalah antara 1-14 hari.

Dengan daya tahan tubuh yang kuat, beberapa orang yang terinfeksi tidak akan menunjukkan gejala apapun dan tetap merasa sehat. Kalaupun menunjukkan gejala, biasanya gejala yang timbul adalah gejala ringan dan akan kembali pulih setelah 1 minggu. Namun jika daya tahan tubuh lemah, maka akan terjadi gejala yang lebih berat misalnya demam tinggi, batuk terus menerus, kehilangan indera penciuman atau perasa, bahkan gangguan pernapasan berat hingga menyebabkan kematian.

Sembari menantikan perkembangan hasil obat dan vaksin yang sedang diteliti, Anda juga harus pro-aktif meningkatkan daya tahan tubuh dengan disiplin hidup sehat dan memenuhi nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Salah satu kunci meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan mengonsumsi vitamin C secara rutin, setiap hari.

Mengutip penjelasan dari laman Nutrition Source Harvard University, berikut ini manfaat vitamin C yang utama.

  1. Membantu meningkatkan daya tahan tubuh karena vitamin C dapat meningkatkan produksi limfosit dan fagosit yang mampu melindungi tubuh dari infeksi,

  2. Meningkatkan kadar enzim glutation peroksidase di dalam darah yang merupakan antioksidan kuat yang dapat melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas sehingga dapat mengurangi resiko penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, penyakit keganasan, dan juga penuaan dini. Mengonsumsi vitamin C-500 mg sehari dapat meningkatkan kadar Glutation tubuh sekitar 50%,

  3. Vitamin C juga dibutuhkan dalam membantu memproduksi kolagen yang merupakan protein yang dibutuhkan dalam proses penyembuhan luka, juga menjaga elastisitas dan kelenturan kulit, dan

  4. Membantu meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan. Disebutkan dengan mengonsumsi 100 mg vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi sekitar 67 %.

PT Mecosin IndonesiaFoto: PT Mecosin Indonesia

Konsumsi Vitamin C Setiap Hari

Vitamin C atau yang disebut Asam Askorbat ini, tidak dapat diproduksi alami oleh tubuh, maka harus ada asupan dari luar. Walau sifat vitamin C larut dalam air, mudah diserap di jaringan tubuh dan saluran cerna, tapi vitamin C tidak dapat disimpan di dalam tubuh. Sehingga vitamin C dipastikan aman untuk dikonsumsi setiap hari.

Melansir The Healthy, Anda dapat mencukupi kebutuhan vitamin C dalam sehari dengan makan asupan tinggi vitamin C. Dikatakan menurut studi, dosis harian vitamin C yang diasup tubuh dengan dosis 500-1.000 mg perhari dapat diperoleh dari buah dan sayuran seperti jeruk, jambu, kiwi, mangga, brokoli, bayam, dan kangkung. Namun kemajuan teknologi dan karena alasan praktis, kini vitamin C dapat diperoleh dari suplemen.

Dilansir dari jurnal penelitian IPAK (An Institute for Pure and Applied Knowledge) berdasarkan studi kasus terapi COVID-19 pada tanggal 7 Juli 2020, suplemen vitamin C (Asam Askorbat) diberikan selama 4 hari kepada pasien dengan gejala awal COVID-19. Dalam pengawasan dokter dan tenaga medis diberikan vitamin C 1.000 mg per jam kepada pasien, hingga batas yang bisa ditoleransi oleh saluran cerna.

PT Mecosin IndonesiaFoto: PT Mecosin Indonesia

Buat Anda yang berada pada usia produktif dan mau rise and shine setiap hari, berikan asupan terbaik untuk tubuh agar dapat tetap aktif dalam menjalankan aktivitas keseharian. Apalagi bagi Anda yang masih produktif di luar rumah.

Sejalan dengan visi dan misi Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI), PT. Mecosin Indonesia terus mendukung dan berkontribusi menyehatkan masyarakat Indonesia, khususnya Anda yang berada di usia produktif dalam melawan COVID-19. Pesan dari PDUI untuk Anda, konsumsi vitamin C dengan dosis 500 mg-1.000 mg setiap hari agar daya tahan tubuh terjaga sehingga dapat tetap sehat dan aktif setiap hari. Dosis tersebut tentu saja dapat ditingkatkan, apabila tubuh Anda membutuhkan pertahanan atau sistem imun tubuh yang lebih kuat.



Simak Video "Jepang Minta Penyelidikan Tambahan soal Asal Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ads/ads)