Rabu, 04 Nov 2020 12:22 WIB

Ki Seno Nugroho Meninggal, Ini Tanda-tanda Jantung Kolaps Saat Bersepeda

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Dalang Wayang Ki Seno Nugroho Ki Seno Nugroho meninggal dunia. (Foto: Dok.Ki Seno Nugroho)
Jakarta -

Ki Seno Nugroho meninggal dunia usai bersepeda. Sebelum meninggal, dalang kondang asal Yogyakarta itu mengalami penyumbatan darah jantung saat dirawat di rumah sakit.

"Terus dipindah ke ICCU, di sana keadaannya semakin memburuk sampai mutah-mutah, akhirnya ada penyumbatan pada pembuluh darah jantung itu 100 persen penyumbatannya sehingga menyebabkan Pak Seno meninggal dunia sekitar jam 22.15 WIB," kata manajer Ki Seno, Gunawan Widagdo, saat ditemui di rumah duka, Rabu (4/11/2020).

Terkait hal ini, salah satu alasan jantung kolaps saat bersepeda adalah karena terlalu memaksakan diri untuk mengayuh sepeda bahkan ketika tubuh sudah tidak mampu lagi.

Terlebih jika belum melakukan pemanasan saat hendak bersepeda. Pasalnya, setiap orang harus tahu kemampuan dan batasan kemampuan tubuhnya saat bersepeda agar tidak kolaps.

Bagaimana tanda-tanda jantung kolaps saat bersepeda?

Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS Siloam Lippo Karawaci dr Vito A Damay, ada beberapa tanda ketika jantung akan kolaps saat bersepeda, salah satunya dada terasa sakit.

"Kalau kita merasa bahwa sudah sampai batas, atau something wrong, biasanya rasanya debar-debar, sakit dada, napas nggak bisa atau susah, ada pusing seperti mau pingsan, dan dadanya seperti dihimpit itu tanda-tanda serangan jantung," jelasnya beberapa waktu lalu.

Selain itu, memaksakan bersepeda dengan intensitas dan durasi yang lebih lama daripada biasanya juga bisa memicu jantung kolaps. Nah, buat rekan-rekan sesama pesepeda, ada juga beberapa kondisi yang menyiratkan partner kamu sudah kolaps.

"Jadi kan misalnya dia tidak sadarkan diri, dia tidak akan respons saat dipanggil. Goncang bahunya, kalau dia tidak merespons, kita anggap dia kolaps karena masalah jantung," tutur dr Vito.

"Kalau kita medical professional, kita bisa raba nadi di leher. Kalau bukan, nggak usah (raba nadi) karena itu buang-buang waktu carinya. Jadi ketika dia nggak respons, kita anggap dia sudah alami henti jantung," sambungnya.

Apabila kolaps terjadi, jangan panik dan segera panggil bantuan agar tak terjadi kondisi fatal yang tak diinginkan.



Simak Video "Yuk Belajar CPR, Pertolongan Pertama Henti Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)