Jumat, 06 Nov 2020 11:30 WIB

Waduh! Ada Mutasi Corona Baru dari Cerpelai, Berisiko Menular Antarmanusia

Ayunda Septiani - detikHealth
Pemerintah Belanda: Dua Orang Tertular Virus Corona dari Cerpelai Foto: DW (News)
Jakarta -

Otoritas Denmark berencana akan memusnahkan 15 juta cerpelai di seluruh peternakan setelah ditemukannya laporan bahwa hewan tersebut menyebabkan mutasi Virus Corona ke manusia.

Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, mengatakan pada Rabu (4/11/2020), virus yang bermutasi berisiko menyebar ke negara lain dan menurutnya berisiko juga untuk keefektifan vaksin di masa depan.

"Kami memiliki tanggung jawab besar terhadap populasi kami sendiri, tapi dengan mutasi yang telah ditemukan ini, kami memiliki tanggung jawab yang lebih besar pula untuk seluruh dunia," ujar Mette dikutip dari laman NBC News.

Menteri Kesehatan Magnus Heunicke melaporkan bahwa virus yang bermutasi ditemukan pada belasan orang yang terinfeksi oleh cerpelai. Setengah dari 783 kasus COVID-19 di Denmark bagian utara terkait dengan cerpelai.

Lebih lanjut, Kepala Program Keadaan Darurat untuk WHO, Mike Ryan, mengatakan, saat ini tengah dilakukan penyelidikan ilmiah terkait cerpelai yang disebut dapat menularkan virus SARS-CoV-2 atau virus Corona COVID-19.

Direktur di Pusat Penelitian Statens Serum Institut, Kare Molbak, mengatakan skenario terburuk dari permasalahan tersebut adalah 'pandemi baru' dan Denmark harus memulainya dari awal lagi.

"Itu mengapa kita harus menanggapi ini dengan sangat serius," kata Molbak.

Sebelumnya, di Belanda dan Spanyol pun menghadapi kondisi yang serupa, saat ditemukannya mutasi virus Corona dari cerpelai ke manusia di negara tersebut.

Di Amerika Serikat, hampir 10.000 cerpelai di sembilan peternakan di Utah meninggal karena COVID-19, kata dokter hewan negara bagian Dean Taylor kepada NBC News bulan lalu.



Simak Video "Disebut 10x Lebih Menular, Mutasi Corona D614G Ditemukan di 5 Kota RI"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)