Jumat, 06 Nov 2020 22:06 WIB

Riset Ungkap Risiko Kerusakan Jantung Akibat COVID-19 Meski Tak Bergejala

Ayunda Septiani - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa orang muda yang terinfeksi COVID-19 tanpa gejala atau asimptomatik tetap berpotensi mengalami masalah jantung. Hal ini disebabkan karena adanya risiko peradangan yang berpotensi membahayakan jantung.

Dikutip dari laman Medical Xpress, penelitian tersebut telah diterbitkan pada JAMA Cardiology.

Profesor Cardiology dan kepala Cardiology Division Chief and Director of Cardiac Imaging, West Virginia University, Partho Sengupta menyatakan bahwa peradangan yang berbahaya pada jantung sering ditemukan pada anak muda tanpa gejala COVID-19.

"Mendeteksi kerusakan berkelanjutan pada otot jantung itu sendiri, kami sering menemukan bukti peradangan dan kelebihan cairan di perikardium, kantung di sekitar jantung," jelas Sengupta.

"Hampir semua dari 54 siswa yang diuji memiliki Covid-19 dengan gejala ringan atau tidak menunjukkan gejala," imbuhnya.

Selain itu, Sengupta sedang mengembangkan teknik diagnostik untuk menilai perubahan fungsi otot jantung pada pasien dengan COVID-19.

Dalam penelitian yang dirilis pada 4 November itu, ia dan rekan penelitinya menemukan bukti kelainan jantung pada lebih dari sepertiga atlet pelajar yang dites positif COVID-19 dan menjalani pemeriksaan jantung di West Virginia University.

"Masih banyak yang belum kita ketahui tentang COVID-19 dan pengaruhnya terhadap tubuh manusia," kata Sengupta.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Studi Inggris: Antibodi Bisa Bertahan 6 Bulan Pasca Terinfeksi Corona"
[Gambas:Video 20detik]