Sabtu, 07 Nov 2020 19:30 WIB

Demi Kesehatan Jiwa, Stop Viralkan Video Seks Mirip Gisel!

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Gisel atau Gisella Anastasia saat ditemui di kawasan Cikini. Sebuah video seks viral di medsos yang disebut mirip Gisella Anastasia. (Foto: Noel/detikFoto)
Jakarta -

Sebuah video seks yang disebut mirip Gisel atau Gisella Anastasia viral di media sosial. Setelah video tersebar, nama Gisel pun trending baik di Twitter maupun Instagram.

Menanggapi keberadaan video yang viral ini, Gisel pun akhirnya buka suara. Ia mengatakan kasus seperti ini sudah pernah terjadi sebelumnya, dan Gisel pun bingung mengklarifikasi hal ini dari sisi mana.

"Aku bingung klarifikasinya gimana, soalnya bukan kali pertama ya kena di aku," jelas Gisel melalui pesan singkatnya pada Sabtu (7/11/2020).

Bagi pihak-pihak yang terseret kasus video seks yang viral, dampak psikologis sangat mungkin akan menghantui. Psikolog klinis dari Pro Help Center Nuzulia Rahma Tristinarum mengatakan ini bisa membuat orang tersebut cemas bahkan frustasi, jika hal seperti ini terus diviralkan.

"Jika seseorang diberitakan hal buruk yang bukan sesuai keadaan sebenarnya atau difitnah, tentu dapat menimbulkan emosi seperti kesal, kecewa, sedih, cemas, marah, bahkan bisa frustasi jika disertai dengan efek yang berat yang ditimbulkan dari berita tersebut, misalnya dicaci maki, dihujat, diteror," kata Rahma saat dihubungi detikcom, Sabtu (7/11/2020).

Diwawancara secara terpisah, psikolog klinis Kasandra Putranto dari Kasandra & Associate mengatakan jika merekam aksi seperti itu untuk kepentingan pribadi boleh saja. Asalkan hal itu dilakukan atas persetujuan pasangan tersebut.

Persoalan sesungguhnya adalah ketika konten itu bocor dan kemudian disebarluaskan. Selain berdampak pada kejiwaan, juga bisa menjadi pelanggaran atas aturan yang berlaku di Indonesia.

"Untuk kesenangan pribadi boleh saja itu dilakukan terutama dengan persetujuan pasangan. Yang menjadi masalah adalah apabila ternyata video tersebut bocor kemudian disebarkan, dan tentu saja ini menjadi pelanggaran undang undang pornografi di Indonesia,"pungkasnya.



Simak Video "Apakah Rekam Video Seks Diri Sendiri Termasuk Gangguan Jiwa?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)