Minggu, 08 Nov 2020 13:18 WIB

Viral Video Seks Mirip Artis, Psikiater: yang Salah yang Menyebarkan

Firdaus Anwar - detikHealth
TOKYO, JAPAN - JULY 16:  A man uses his smartphone on July 16, 2014 in Tokyo, Japan. Only 53.5% of Japanese owned smartphones in March, according to a white paper released by the Ministry of Communications on July 15, 2014. The survey of a thousand participants each from Japan, the U.S., Britain, France, South Korea and Singapore, demonstrated that Japan had the fewest rate of the six; Singapore had the highest at 93.1%, followed by South Korea at 88.7%, UK at 80%, and France at 71.6%, and U.S. at 69.6% in the U.S. On the other hand, Japan had the highest percentage of regular mobile phone owners with 28.7%.  (Photo by Atsushi Tomura/Getty Images) Merekam aktivitas seksual tak masalah bila hanya untuk konsumsi pribadi. (Foto ilustrasi: Atsushi Tomura/Getty Images)
Jakarta -

Setelah heboh kabar viral video seks mirip Gisel, kini muncul lagi video yang disebut mirip Jessica Iskandar. Di media sosial sebagian netizen penasaran mengapa ada orang-orang yang suka merekam dirinya sendiri saat berhubungan seks.

Menanggapi hal ini ahli kesehatan jiwa dr Andri, SpKJ, dari RS OMNI Alam Sutera menjelaskan membuat video saat berhubungan seksual sebetulnya bukan masalah. Hanya saja hal ini harus dilakukan atas dasar suka sama suka dan tidak menyebabkan kerugian pada siapapun.

"Jadi kenapa orang membuat video seks? Selama aktivitas tersebut bersifat suka sama suka dan tidak menyebabkan kesusahan atau gangguan pada pihak, menyimpan untuk konsumsi sendiri itu adalah urusan mereka dan bukan urusan orang lain," komentar dr Andri seperti dikutip dari halaman webnya, psikosomatik.net, pada Minggu (8/11/2020).

Hanya saja yang menjadi masalah saat ini adalah ketika video tersebut menyebar dan menjadi konsumsi publik. Untuk itu menurut dr Andri kesalahan terletak pada orang-orang yang menyebarkan.

"Yang SALAH yg MENYEBARKAN video seks tersebut!!!" lanjutnya.



Simak Video "Apakah Rekam Video Seks Diri Sendiri Termasuk Gangguan Jiwa?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)