Minggu, 08 Nov 2020 18:46 WIB

Gatot Brajamusti Meninggal dengan Riwayat Stroke, Kenali Faktor Risikonya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Gatot Brajamusti saat ditemui di PN Jaksel. Gatot Brajamusti meninggal dengan riwayat stroke (Foto: Desi Puspasari/detikHOT)
Jakarta -

Terpidana kasus narkoba Gatot Brajamusti meninggal dengan riwayat stroke. Sebelum meninggal, ia disebut mengalami hipertensi dan tekanan darah tinggi.

Hal itu diungkap oleh Kabag Humas dan Protokol Ditjen PAS Rika Apriyanti. "Yang bersangkutan dirujuk ke RS Pengayoman Jakarta hari ini dengan keluhan hipertensi dan gula darah tinggi," katanya, Minggu (8/11/2020).

Sebelumnya, Gatot yang merupakan mantan guru spiritual Reza Artamevia ini memang memiliki riwayat stroke ringan dan diabetes. Dalam beberapa kesempatan, ia sampai harus menggunakan kursi roda.

Sedikitnya ada 2 tipe stroke yang dikenal. Yang paling umum adalah stroke ischemic, yang terjadi karena penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah di otak. Penumpukan lemak di pembuluh darah merupakan salah satu penyebabnya.

Tipe yang kedua adalah stroke hemorrhagic, yang terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah. Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu pemicunya.

Dikutip dari Mayo Clinic, ada beberapa faktor risiko stroke yang perlu diwaspadai.

Faktor risiko

Faktor gaya hidup:

  • Obesitas
  • Kurang olahraga
  • Minuman keras
  • Penyalahgunaan obat terlarang

Faktor medis:

  • Tekanan darah tinggi
  • Riwayat merokok
  • Kolesterol tinggi
  • Diabetes
  • Berbagai masalah jantung dan pembuluh darah
  • Riwayat dalam keluarga.

Tonton video 20Detik terkait Meninggalnya Gatot Brajamusti di sini:

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Menkes Soroti Hipertensi yang Buat Banyak Rakyat RI Gagal Divaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)