Senin, 09 Nov 2020 18:35 WIB

Ramai-ramai Menghakimi Video Porno, Eh di Belakang Minta Link

Ayunda Septiani - detikHealth
BERLIN, GERMANY - SEPTEMBER 17:  German politician Christian Lindner of the FDP political party uses an Apple iPhone as he attends the Walther Rathenau Award ceremony on September 17, 2015 in Berlin, Germany. The award is in recognition of foreign policy achievements and Queen Ranias efforts on behalf of refugees and children.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images) Soal video seks, banyak yang hujat tapi tak sedikit yang minta link. (Foto: GettyImages)
Jakarta -

Belakangan ini ramai video viral yang disebut-sebut mirip dengan beberapa artis di Indonesia. Awalnya video ini menyeret nama artis Gisel Anastasia, lalu kemudian Jessica Iskandar, dan yang terbaru adalah selebgram Anya Geraldine.

Di media sosial, reaksi netizen terhadap video semacam ini beragam. Sebagian netizen ada yang mengutuk, menghakimi, tapi ada juga yang menanyakan link video bahkan malah ikut menyebarkannya.

Terkait video syur mirip artis, banyak dari netizen menghakimi beredarnya konten tersebut, tapi di sisi lain malah kepo juga untuk mencari tahu linknya. Psikolog klinis dari Pro Help Center Nuzulia Rahma Tristinarum mengatakan alasan atau motif dari setiap orang menyebarkan video tersebut beragam.

"Masyarakat kan macam-macam isi kepalanya dan isi hatinya. Tujuan minta link video tentu bermacam macam. Ada yang murni penasaran. Ada yang menjadikan video tersebut pelampiasan amarah amarahnya pada hal lain yang selama ini terpendam dan dengan video tersebut ia jadi merasa boleh mengeluarkan amarahnya atau kata-kata pedasnya," jelas Rahma saat dihubungi detikcom Senin (9/11/2020).

"Ada pula yang secara norma ia tahu bahwa video tersebut tidak baik sehingga menghujatnya, namun karena ramai diberitakan jadi penasaran juga," tambah Rahma.

Selain itu, Rahma berpesan, sebaiknya sebagai pengkonsumsi berita, masyarakat harus cerdas. Fokus pada apa yang menjadi tujuan, bukan sekedar ikut-ikutan mengomentari dan meramaikan yang viral. Dan berpikirlah dengan kritis dan bijak sebelum menghakimi dan memutuskan ikut menyebarkannya.



Simak Video "Apakah Rekam Video Seks Diri Sendiri Termasuk Gangguan Jiwa?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)