Rabu, 11 Nov 2020 13:00 WIB

3 Nakes Rusia Terinfeksi COVID-19 Meski Sudah Vaksinasi, Sputnik V Tak Bikin Kebal?

Ayunda Septiani - detikHealth
The organs of the central nervous system (brain and spinal cord) are covered by 3 connective tissue layers collectively called the meninges. Ilustrasi suntik vaksin. (Foto ilustrasi: thinkstock)
Jakarta -

Tiga kasus infeksi COVID-19 kembali dilaporkan kemarin Selasa (10/11/2020) di wilayah Altai, Siberia, Rusia. Petugas medis di wilayah Altai yang divaksinasi beberapa minggu lalu dengan Sputnik V, vaksin COVID-19 buatan Rusia, dilaporkan positif terinfeksi COVID-19.

Sebanyak 42 petugas medis telah divaksinasi oleh vaksin produksi lembaga penelitian Gamaleya yang berbasis di Moskow pada akhir September lalu dengan kepala ahli epidemiologi regional, Irina Pereladova yang menjadi orang pertama yang mendapat vaksinasi.

Menurut protokol Sputnik V, dosis kedua disuntikkan pada 14 Oktober lalu. Sehari sebelum vaksinasi dilakukan kepada petugas medis melakukan tes COVID-19 dan semuanya menunjukkan hasil negatif.

Dikutip dari laman Siberian Times, laporan Irina Pereladova mengatakan bahwa para petugas medis berarti terinfeksi COVID-19 dalam waktu 24 jam setelah melakukan uji virus dan sebelum mendapatkan vaksinasi dosis pertama.

Tidak ada rincian yang dirilis tentang dokter yang terjangkit COVID-19, tetapi Pereladova mengatakan bahwa pada 10 November semuanya telah pulih.

"Tidak ada vaksin tunggal yang menjamin bahwa seseorang tidak akan terinfeksi, karena mereka mungkin berada dalam masa inkubasi," kata Pereladova.

Sputnik V adalah vaksin yang dikembangkan oleh lembaga penelitian Gamaleya yang bekerja sama dengan kementerian pertahanan Rusia. Menurut kementerian kesehatan Rusia, vaksin ini diharapkan mampu memberi kekebalan terhadap virus corona hingga 2 tahun lamanya.



Simak Video "Sputnik V Klaim Vaksinnya Ampuh Lawan Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)