Kamis, 12 Nov 2020 11:50 WIB

Menkes Terawan Disomasi Lagi, Kali Ini Didesak Revisi PP Tembakau

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto Menkes Terawan disomasi terkait revisi PP soal tembakau. (Foto: Muhammad Ridho)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto disomasi Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Kesehatan (KOMPAK) terkait Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012. PP ini berkaitan dengan Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau.

Kompak sendiri merupakan gerakan aliansi dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Ketua Komnas Pengendalian Tembakau, Tubagus Haryo Karbyanto mengatakan somasi dilayangkan karena revisi PP tersebut tertunda.

Ia mendesak Kemenkes untuk segera melanjutkan revisi yang disebutnya terhenti dan tak kunjung diselesaikan hingga saat ini.

"Karena sejak tahun 2018, sejak ada kepres yang memandatkan untuk revisi PP 109 sepertinya masih berjalan di tempat, informasi yang kami dapatkan sudah ada 8 PAK pertemuan antar kementerian tetapi itu mentok," ungkapnya webinar 'Somasi Menkes Terawan', Kamis (12/11/2020).

"Menko PMK sudah dua kali menuliskan surat kepada Kemenkes, yaitu November 2019 dan juga Agustus 2020, tetapi proses ini kembali stuck. Stucknya justru ada di kemenkes," tegasnya.

Tubagus menjelaskan jika dalam 14 hari tak ada respons dari Kementerian Kesehatan, somasi kedua kepada Menkes Terawan akan dilayangkan. Dorongan revisi PP ini menurutnya bertujuan untuk menurunkan prevalensi perokok anak dari 9,1 menjadi 8,7.

Jika revisi tidak kunjung dilanjutkan, hal tersebut tentunya tak akan tercapai. Tubagus mengharapkan ada respons baik dari Kemenkes terkait hal ini dalam kurun waktu 14 hari sejak hari ini.

"Somasi itu adalah peringatan, dalam waktu 14 hari ini Kemenkes sudah harus melakukan upaya-upaya menggerakkan kembali produk untuk penyelesaian revisi pp ini, dan dalam 14 hari juga menyampaikan kepada publik dan juga kepada kami apa saja yang sudah dilakukan untuk kembali menggerakkan roda isi pp ini," kata Tubagus.

"Jika dalam 14 hari tidak ada kabar apapun terkait dengan bergeraknya arah penyelesaian revisi ini maka kami akan melanjutkan membuat somasi yang kedua," pungkasnya.

Per hari ini, bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, anggota Kompak melakukan aksi di depan Gedung Kemenkes, dengan menyampaikan sejumlah orasi yang ditujukan kepada Menkes Terawan.



Simak Video "Menkes Terawan Bicara 9 Pilar IAR Corona Indonesia di Hadapan WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)