Minggu, 15 Nov 2020 17:31 WIB

Curhat Dokter Relawan COVID-19: Hindari Acara Tidak Penting, Menyusahkan!

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Jemaah memadati acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan akad nikah putri Habib Rizieq Syihab di Petamburan, Sabtu (14/11/2020). Mereka berkerumun tanpa menjaga jarak. Potret kerumunan tanpa jaga jarak (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Usai libur panjang akhir Oktober kemarin, peningkatan kasus baru COVID-19 terjadi di Indonesia selama dua hari ke belakang. Hal ini juga berimbas pada meningkatnya pasien Corona di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta.

Salah seorang dokter relawan di RSD Wisma Atlet, dr Efriadi, SpP mengeluhkan peningkatan kasus ini. Dokter paru yang sudah bertugas di RSD Wisma Atlet sejak April 2020 ini mengatakan, meningkatnya jumlah pasien Corona bisa menyulitkan para tenaga kesehatan yang sedang bekerja.

"Selama ini kita berharap dengan kita bekerja seperti ini tentunya di luar sana masyarakat mampu untuk menerapkan protokol kesehatan," kata dr Efriadi dalam konferensi pers di kanal Youtube BNPB, Minggu (15/11/2020).

"Jangan sampai kita demi mengikuti acara-acara yang tidak penting, mengikuti kerumunan itu bisa meningkatkan angka penularan bagi kita," tambah dr Efriadi yang mengaku sudah berbulan-bulan tidak pulang ke Sumatera untuk berkumpul dengan keluarga.

Relawan lainnya, dr Doni yang juga bertugas di RSD Wisma Atlet, berharap masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan di mana pun berada dan tidak mengikuti kerumunan yang tak penting, sehingga angka kasus penularan COVID-19 tidak semakin meningkat.

"Jangan sia-siakan pengorbanan kita tenaga kesehatan di sini. Tidak mendekati kerumunan atau mengikuti kerumunan-kerumunan yang tidak perlu. Itu sangat menyusahkan bagi kami di sini," tegas dr Doni.

Dalam pelaporan update jumlah pasien Corona di RSD Wisma Atlet, Mayor Jenderal TNI dr Tugas Ratmono, SpS, mengatakan bahwa saat ini jumlah pasien infeksi COVID-19 mengalami peningkatan di tower 6 dan 7.

"Saat ini huniannya adalah 53,8 persen. Kalau dibandingkan saat sebelum libur waktu itu huniannya adalah 32 persen," jelas dr Tugas dalam kesempatan yang sama.

Sementara untuk pasien Corona tak bergejala di flat isolasi mandiri juga mengalami peningkatan sebanyak 10 persen, yakni dari 17 persen menjadi 27 persen.



Simak Video "Virus Corona Mengancam Kerusakan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)