Senin, 16 Nov 2020 20:00 WIB

Mungkinkah Mutasi COVID-19 Pengaruhi Efektivitas Vaksin? Ini Kata Ahli

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Tidak memberikan imunisasi pada anak sama bahayanya jika terkena virus Corona COVID-19. Ilustrasi pemberian vaksin. (Foto: Agung Mardika)
Jakarta -

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Cissy Rachiana Sudjana Prawira Kartasasmita, mengatakan bahwa mutasi virus Corona COVID-19 yang muncul akhir-akhir ini tidak akan mengganggu perkembangan vaksinnya. Vaksin tersebut menghasilkan imunogenitas yang sama antara virus yang pertama muncul, maupun virus yang telah bermutasi ini.

"Mutasi itu memang ada, tapi memang sampai saat ini masih belum terlalu menyebabkan virus yang sifatnya berbeda dengan yang awal," jelas Cissy dalam diskusi daring melalui YouTube, Senin (16/11/2020).

Jadi, apakah mutasi akan berpengaruh pada efektivitas vaksin?

Menanggapi ini, Cissy mengatakan berdasarkan laporan mengenai mutasi COVID-19 tersebut pun tidak mempengaruhi proses uji klinis vaksin.

"Hasil-hasil yang dilaporkan sampai sekarang tidak ada yang berbeda. Jadi semua menghasilkan imunogenitas sama, Insha Allah sama keamanan yang tentu sama sama. Jadi baik semua aman," kata Cissy.

"Nah, kalau terjadi mutasi kita belum tahu kalau mutasinya hebat sehingga terjadi perubahan yang total dari virus itu. Sampai saat ini masih masih dikatakan bahwa sama dengan yang pertama. Jadi mutasi virusnya hanya di bagian yang menjadi target dari vaksin," lanjutnya.

Selain itu, Cissy mengatakan proses vaksinasi yang dilakukan nantinya dengan jumlah tertentu bisa menghasilkan imunitas populasi atau herd immunity. Menurutnya, inilah yang menjadi target pemerintah untuk berjuang mengakhiri pandemi COVID-19 ini.



Simak Video "Kemenristek dan Kemenkes Bentuk Tim Pendeteksi Mutasi Corona Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)