Selasa, 17 Nov 2020 15:17 WIB

Lurah Petamburan 'Reaktif' Saat Swab, Jenis Tes COVID-19 Apa yang Dipakai?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ratusan warga di kawasan Tanah Abang mengikuti tes swab massal. Tes itu diselenggarakan sebagai salah satu upaya pendeteksian dini virus Corona. Lurah Petamburan reaktif saat swab, jenis tes COVID-19 apa yang dipakai? (Foto ilustrasi: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Polda Metro Jaya mengundang sejumlah pejabat terkait kerumunan di acara Habib Rizieq Shihab hari ini. Dari 10 yang diperiksa hari ini, salah satunya yakni Lurah Petamburan, Setiyanto, reaktif COVID-19 melalui tes swab antigen.

"Dari 10 ini kita swab anti-gen satu orang Lurah dari Petamburan positif atau reaktif," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Biasanya, hasil reaktif atau non reaktif didapat dari rapid test, sedangkan tes swab hasilnya konfirmasi positif atau negatif. Mengapa untuk swab antigen hasilnya dinyatakan reaktif?

Pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD, menjelaskan hasil reaktif pada swab antigen berbeda dengan reaktif pada rapid test. Apa bedanya hasil reaktif pada swab antigen dan rapid test?

"Kalau rapid test antibodi di dalam lateral flow itu ada antibodi yang mengenali antibodi terhadap COVID-19, jadi yang dikenali adalah antibodi juga, tapi antibodinya COVID-19," ungkapnya saat dihubungi detikcom Selasa (17/11/2020).

Berbeda dengan rapid test, swab antigen bukan mengenali antibodi, tetapi mengenali protein SARS-CoV-12, atau yang menyebabkan penyakit COVID-19.

"Kalau kita mengatakan reaktif pada tes antibodi, itu berarti kita bisa bereaksi dengan antibodi terhadap SARS-CoV-2, tetapi kalau kita katakan reaktif pada antigen, berarti reaktif pada proteinnya si SARS-CoV-2, cangkangnya tadi, selaput pembungkusnya itu," tegasnya.

Tes swab antigen hampir sama dengan PCR, yaitu mengambil sampel dari hidung dan tenggorokan. Setelahnya, lendir yang sudah diwab dimasukkan ke cairan khusus, dikocok, setelah itu diteteskan ke kasetnya, ditunggu 15 menit hingga muncul tanda reaktif atau tidak.

"Antigen sama tes PCR itu sama-sama mencari orang-orang yang berpotensi menularkan orang lain dan atau dirinya sendiri mengalami infeksi," lanjut Ahmad.

Bisakah swab antigen dijadikan alat diagnostik seperti halnya swab RT-PCR (reverse-transcriptase polymerase chain reaction)? Klik halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Epidemiolog UI: Corona Lebih Penting Ketimbang Terlibat Pilkada"
[Gambas:Video 20detik]