Rabu, 18 Nov 2020 11:45 WIB

Balada Vaksin COVID-19 Indonesia: Jokowi Ingin November, BPOM Tunda Izin

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Presiden Jokowi dalam peringatan Maulid Nabi Presiden Joko Widodo. (Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Vaksin COVID-19 di Indonesia direncanakan tiba di Indonesia di akhir November 2020. Vaksin yang merupakan salah satu cara mengakhiri pandemi diharapkan bisa segera disuntikkan dan mendapat persetujuan penggunaan.

Presiden Joko Widodo menyampaikan beberapa hal terkait vaksinasi COVID-19 di Indonesia. Dalam kunjungannya ke Puskesmas Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat, Jokowi menyebut pemerintah mengusahakan vaksin COVID-19 tiba di Indonesia pada akhir November.

"Yang pertama mengenai vaksin terlebih dahulu, kita berharap vaksin ini datang di akhir bulan November ini, tapi kita ingin berusaha tapi kalau tidak bisa ya berarti masuk ke bulan Desember. Baik itu dalam bentuk vaksin jadi maupun dalam bahan baku nantinya yang akan diolah di Biofarma," kata Jokowi.

Jokowi juga mengharapkan vaksinasi COVID-19 bisa dilakukan paling tidak akhir tahun 2020 atau awal tahun depan.

"Kalau melihat tadi di lapangan dan melihat simulasi tadi, kita memperkirakan kita akan mulai vaksinasi itu di akhir tahun atau di awal tahun," kata Jokowi.

Awalnya, target penyuntikan pertama vaksin COVID-19 diharapkan dilakukan akhir tahun ini, setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Majelis Ulama Indonesia (MUI) beserta Kementerian Agama memastikan keamanan dan kehalalan vaksin buatan China tersebut.

Hanya saja Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito telah menegaskan rencana vaksinasi COVID-19 yang ditargetkan Desember tertunda dan bakal mundur pada Januari 2021.

Alasan BPOM Tunda Vaksinasi COVID-19

Adapun alasan penundaan ini adalah emergency use of authorization (EUA) atau izin yang dikeluarkan untuk kepentingan mendesak tak mungkin diberikan akhir tahun ini.

Data yang tidak dapat dilengkapi tahun ini meliputi hasil uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac yang telah diuji coba di Bandung dan hasil analisis uji klinik mid term.

"Kami sudah sampaikan pada pemerintah, bapak presiden, dan bapak menteri kesehatan bahwa data tidak bisa didapatkan untuk minggu ketiga Desember 2020, sehingga tidak bisa diberikan EUA pada Desember minggu kedua atau ketiga 2020," ujar Penny dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Selasa (17/11).

Penny memastikan apabila data-data tersebut dapat dilengkapi maka izin EUA dapat diberikan pada minggu ketiga Januari 2021. Lebih lanjut Penny menyebut BPOM memberikan beberapa opsi lain jika vaksin COVID-19 sudah datang di bulan November atau Desember.

Penyuntikan vaksin COVID-19 menurutnya bisa diberikan berdasarkan ketentuan-ketentuan tertentu, yaitu compassionate use vaccine.

"Seperti yang diberikan di China, penggunaan vaksin lebih dulu untuk nakes militer, guru," kata Penny.



Simak Video "Sederet Fakta Vaksin COVID-19 Pfizer yang Uji Klinisnya Sudah Rampung"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)