Rabu, 18 Nov 2020 18:36 WIB

Viral Ustaz Das'ad Bubarkan Jemaah, Contoh Panutan Cegah COVID-19

Ayunda Septiani - detikHealth
Video ceramah Ustaz Dasad Latif yang berjudul Panitia Hari Kiamat menjadi viral di media sosial. Sang ustaz diketahui berasal dari Sulawesi Selatan. Ustaz Das'ad bubarkan jemaah. (Foto: dok. Pribadi)
Jakarta -

Viral di media sosial Ustaz Das'ad Latif membubarkan jemaahnya di Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim). Jemaah berkumpul untuk mendengar kan tausiahnya, sementara Ustaz Das'ad tidak menduga jika ada banyak jemaah yang datang.

Dia lalu membubarkan jemaah demi mencegah terjadinya penularan virus Corona COVID-19. Setelah itu, Ustaz Das'ad Latif kemudian naik ke atas panggung dan langsung mengambil mikrofon dan menjelaskan bahaya wabah Corona jika massa jemaah tidak segera bubar.

"Saya jelaskan bahwa orang berkumpul seperti ini, kalau dia berselawat ramai-ramai, akan dicurahkan rahmat dan kasih sayang Allah. Tapi, kalau dalam pandemi seperti ini, bukan rahmat dan kasih sayang Allah yang dia dapat, tapi wabah Corona," katanya.

"Maka Saudara-saudara sekalian, saya paham Anda cinta dengar dakwah. Tapi, kalau mau dengar dakwah saya, boleh melalui YouTube. Tapi, kalau sudah kena COVID, tidak bisa lagi dengar dakwah," lanjutnya.

Meski demikian, langkah yang dilakukan oleh Ustaz Das'ad diapresiasi oleh Kepala Departemen Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, yang menyebut bisa membubarkan kerumunan.

"Langkah yang dilakukan oleh dia sudah benar, mengurangi kerumunan," jelas dr Miko saat dihubungi detikcom, Rabu (18/11/2020).

"Jangan dianggap kerumunan kecil itu penularannya kecil," tambahnya.

Apakah yang dilakukan Ustad Das'ad untuk membubarkan jemaah patut dicontoh?

"Perkataannya itu yang bisa dijadikan contoh, perkataannya ya, bahwa 'Anda ini baik, Insya Allah bermanfaat, akan lebih bermanfaat lagi kalau Anda tidak berkerumunan'. Perkataan ini yang bisa menggugah semua orang," pungkasnya.

Bagaimana jika jemaah tetap ingin berada di tempat tersebut dengan kerumunan banyak orang?

dr Miko kembali menegaskan penularan risiko COVID-19 tentu semakin tinggi. Jumlah orang yang tertular COVID-19 akan lebih banyak.

"Penularan COVID-19 akan lebih tinggi bisa 1,5; 1,8; atau 2. Artinya jumlah yang tertular lebih banyak," pungkasnya.



Simak Video "Penularan Corona di Pesawat Sangat Rendah Ketimbang Kesambar Petir"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)