Kamis, 19 Nov 2020 16:16 WIB

BPOM RI Ungkap Alasan Tarik Izin Penggunaan Klorokuin untuk COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ilustrasi minum obat BPOM ungkap alasan tarik izin penggunaan klorokuin untuk COVID-19. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencabut izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization (EUA) terkait penggunaan klorokuin untuk COVID-19. Obat tersebut sebelumnya digunakan untuk pengobatan pasien COVID-19.

Disebutkan, alasan pencabutan izin penggunaan darurat ini berkaitan dengan keamanan klorokuin maupun hidroksiklorokuin. Penggunaan keduanya disebut lebih besar menimbulkan risiko daripada manfaat pada pasien COVID-19.

"Pada akhir Oktober 2020, Badan POM menerima laporan keamanan penggunaan hidroksiklorokuin dan klorokuin dari hasil penelitian observasional selama 4 bulan di 7 (tujuh) rumah sakit di Indonesia," jelas BPOM dalam rilis resminya.

"Laporan tersebut menunjukkan dari 213 kasus yang mendapatkan hidroksiklorokuin atau klorokuin diketahui 28.2 persen terjadi gangguan ritme jantung berupa perpanjangan interval QT," lanjut keterangan BPOM dalam rilis tersebut.

Tak hanya itu, pencabutan izin penggunaan darurat klorokuin dan hidroksiklorokuin untuk pasien COVID-19 juga menyusul penghentian uji klinik keduanya dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO menghentikan uji klinik solidarity trial karena menilai hidroksiklorokuin lebih besar risikonya daripada manfaat.

"Dengan demikian, obat yang mengandung hidroksiklorokuin dan klorokuin agar tidak digunakan lagi dalam pengobatan COVID-19 di Indonesia," sebut BPOM.

Namun, di luar penggunaan obat COVID-19, BPOM menegaskan klorokuin masih bisa digunakan sesuai dengan indikasi yang disetujui pada izin edar.

"Badan POM terus memantau dan menindaklanjuti, serta melakukan pembaruan informasi dengan berkomunikasi dengan profesi kesehatan terkait berdasarkan data terkini di Indonesia, informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Badan Otoritas Obat negara lain," tegas keterangan BPOM dalam rilis terbarunya.



Simak Video "Alasan Vaksin Corona EUA Ditunda hingga Januari 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)