Kamis, 19 Nov 2020 14:15 WIB

BPOM RI: EUA Vaksin COVID-19 Sinovac Diharapkan Keluar Akhir Januari 2021

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Berisiko Picu Kanker, 67 Batch Obat Asam Lambung Ranitidin Ditarik BPOM. Kepala BPOM Penny K Lukito Kepala BPOM RI Penny K Lukito. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikHealth)
Jakarta -

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengatakan Emergency Use of Authorization (EUA) vaksin COVID-19 Sinovac diharapkan bisa keluar pada minggu ketiga atau keempat bulan Januari 2021.

"Harapannya, Januari minggu ketiga dan keempat itu bisa mendapatkan EUA, apabila itu juga data-data yang ada lengkap," kata Penny dalam konferensi pers di YouTube BPOM, Kamis (19/11/2020).

Penny mengatakan data hasil uji klinis dari China untuk fase ke 1-2 full report sudah didapatkan BPOM, terkait keamanan dan efikesi vaksin Sinovac tersebut. Tetapi, masih ada data yang kurang agar bisa mendapatkan EUA untuk vaksin COVID-19 Sinovac ini, yaitu data fase ketiga.

Untuk fase ketiga belum bisa didapatkan, pasalnya data dari Brasil yang sudah lebih dulu melakukan uji klinis fase ketiga dibandingkan di Indonesia yaitu di Bandung, belum bisa didapatkan.

"Berdasarkan komunikasi kami dengan pihak Sinovac dan pihak Brasil sebagai tempat pelaksanaan uji klinik lebih dulu yang tadinya kita akan gunakan sebagai data pengganti, ternyata tidak bisa memberikan data tersebut karena membutuhkan waktu untuk analisa," jelas Penny

"Data tersebut baru bisa kita terima sekitar Januari minggu pertama atau kedua. Ini masih ekspektasi,BPOM dalam hal ini masih menunggu, karena yang menganalisa adalah tim peneliti,"pungkasnya.



Simak Video "Sederet Fakta Vaksin COVID-19 Pfizer yang Uji Klinisnya Sudah Rampung"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)