Rabu, 18 Nov 2020 12:54 WIB

Menkes Terawan Ungkap Harga Vaksin COVID-19 Sinovac, Pasnya Berapa?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto. (Foto: Muhammad Ridho)
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto mengungkap harga per dosis vaksin COVID-19 Sinovac yang sudah dipesan pemerintah. Dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI, Menkes Terawan mengatakan harga per dosis vaksin COVID-19 Sinovac berada di kisaran RP 200 ribu.

"Harga per satuan, hasil dari BPKP, LKPP dan KPK, bahkan Kejaksaan Rp 211.282 per dosis. Ini untuk program murni, bukan vaksinasi pribadi, ini untuk 3 juta vaksin pertama," ujarnya saat Rapat dengan Komisi IX DPR RI Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Menkes Terawan juga mengatakan pihaknya sudah membayar uang muka untuk pengadaan vaksin Sinovac sebesar Rp 507 miliar dari total harga keseluruhan Rp 633,84 miliar. Pelunasan akan dilakukan jika vaksin telah tiba di Indonesia.

Pembelian vaksin tersebut menurutnya sudah tertuang dalam Perpres Nomor 99 turunan dari PMK 28/2020. Untuk tahun depan, pembelian vaksin dilakukan melalui Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN),

"Akan komunikasi terus, kalau barang itu ada, kami juga malu barang belum ada tapi kami sudah bayar uang muka. Sudah diterima Bio Farma sesuai Perpres 99. Kami ikuti kaidah-kaidah apa yang jadi aturannya," tegasnya.

Vaksin Corona yang dikembangkan Sinovac saat ini jadi 'andalan' pemerintah RI dalam program vaksinasi Corona sebagai langkah untuk mengakiri pandemi. Sekitar 143 juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac dipersiapkan untuk kebutuhan vaksinasi.

Pemerintah dalam hal ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bahkan terbang langsung ke negeri China untuk melihat fasilitas produksi Sinovac untuk memastikan tak ada kendala dari segi mutu dan keamanan vaksin.

Hanya saja, rencana awal program vaksinasi yang diharapkan pemerintah bisa berjalan Desember ditunda. Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan belum bisa memberikan izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization (EUA) untuk vaksin COVID-19 Sinovac pada Desember 2020.

"Kami sudah sampaikan kepada Bapak Presiden [Joko Widodo] dan Menteri Kesehatan [Terawan Putranto] data tidak bisa didapatkan sehingga tidak bisa diberikan emergency use of authorization pada minggu kedua atau minggu ketiga Desember 2020," ujar Penny.



Simak Video "Menkes Terawan Bicara 9 Pilar IAR Corona Indonesia di Hadapan WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)