Kamis, 19 Nov 2020 16:45 WIB

FDA Tarik Metformin Terkait Risiko Kanker, BPOM Pastikan di Indonesia Aman

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ilustrasi obat BPOM tarik metformin karena berisiko kanker, BPOM pastikan Indonesia aman. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menarik obat metformin karena masalah cemaran zat n-Nitrosodimethylamine (NDMA). Sebagian obat metformin tersebut diproduksi perusahaan farmasi Nostrum Laboratories.

"NDMA masuk dalam kelompok senyawa yang kemungkinan bisa memicu kanker (karsinogen) berdasarkan tes laboratorium," tulis FDA dalam situs resminya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia ikut menanggapi hal ini. Ditegaskan bahwa obat metformin yang dimaksud tidak ada di Indonesia.

"Berdasarkan data Badan POM, produk Metformin yang ditarik di beberapa negara tersebut tidak beredar di Indonesia," tegas BPOM dalam laman resminya, dikutip detikcom pada Kamis (19/11/2020).

BPOM mengakui sudah melakukan kajian lebih lanjut pada seluruh obat metformin di Indonesia. Sejauh ini, batas cemaran NDMA di seluruh obat metformin Indonesia masih memenuhi persyaratan ambang batas yang ditetapkan.

"Hasil kajian menunjukkan bahwa produk metformin yang beredar di Indonesia memenuhi persyaratan ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan (acceptable daily intake), yaitu 96 ng/hari," ungkap BPOM.

Penggunaan metformin selama ini pada pasien diabetes disebut BPOM terbukti aman dan efektif. Terutama pada pasien yang kelebihan berat badan dan termasuk pasien diabetes yang kadar gula-nya tak bisa terkontrol lewat diet khusus.

"Di Indonesia, metformin termasuk salah satu obat esensial dan dapat digunakan sebagai terapi tunggal atau kombinasi dengan obat diabetes lain atau dengan insulin," lanjut keterangan BPOM.



Simak Video "FDA Tarik Produk Metformin, BPOM Pastikan RI Aman"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)