Kamis, 19 Nov 2020 18:17 WIB

Bahaya Air Putih pada Bayi 0-6 Bulan, Benarkah Merusak Ginjal hingga Otak?

Farah Nabila - detikHealth
bayi Amankah bayi minum air putih? (Foto: shutterstock)
Jakarta -

Di awal kelahiran bayi, para ibu berjuang untuk bisa memberikan Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif. Tujuannya agar kebutuhan nutrisi si kecil tercukupi. Selain itu, ASI merupakan satu-satunya sumber asupan makanan yang boleh diberikan pada bayi di awal kelahirannya.

Menurut para pakar, air susu ibu (ASI) pada bayi berusia 0 sampai 6 bulan sangat dianjurkan. Pemberiannya pun harus hati-hati karena sistem pencernaan anak belum sempurna.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa bayi yang masih menyusui tidak memerlukan air tambahan. Sebab, ASI mengandung lebih dari 80 persen air dan menyediakan cairan yang dibutuhkan bayi.

Menurut dokter anak, Stephen R. Daniels, M.D., Ph.D., memberi air putih pada bayi di bawah 6 bulan bisa mengganggu kemampuan tubuhnya untuk menyerap nutrisi dalam ASI. Air putih juga dapat menyebabkan perut bayi terasa kenyang dan mengekang keinginannya untuk makan.

"Secara umum, bayi tidak boleh minum air putih sampai berusia sekitar 6 bulan. Sampai saat itu, dia mendapatkan semua hidrasi yang dibutuhkan dari ASI, bahkan dalam cuaca yang panas," kata Daniels, dikutip dari HaiBunda.

Pada kasus tertentu, bayi boleh diberikan air putih sesuai saran dokter. Contohnya, saat bayi terkena flu perut (gastroenteritis), dokter mungkin menyarankan pemberian cairan elektrolit, seperti Pedialyte atau Infalyte untuk mencegah dehidrasi.

Jadi bukan sembarangan memberi air putih, hanya karena takut si kecil kehausan atau khawatir ASI tidak mencukupi untuk kebutuhan si kecil. Bahkan, saat bayi menangis pun jangan beranggapan karena dia kehausan dan kekurangan ASI.

Apa saja dampak terburuk memberi air putih pada bayi di bawah 6 bulan? Klik halaman BERIKUT.



Simak Video "Kata WHO Soal Kemungkinan Penularan Corona Lewat ASI"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)