Jumat, 20 Nov 2020 17:31 WIB

Kemendagri Sebut Pilkada Bisa Bantu Penanganan Pandemi COVID-19

Firdaus Anwar - detikHealth
Hari Ini, KPU Solo mulai rakit 2.552 kotak suara Pilkada 2020. Berbahan Dupleks, kotak suara akan didistribusikan ke 1.232 TPS di Solo. Pilkada 2020 disebut bisa bantu penanganan pandemi COVID-19. (Foto: Agung Mardika/detikcom)
Jakarta -

Indonesia berencana melaksanakan Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember mendatang. Ada sebagian pihak yang khawatir pilkada bisa memperparah kondisi wabah COVID-19, namun menurut pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) justru sebaliknya.

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan, Kemendagri, Dr Safrizal ZA, MSi, menjelaskan bahwa Pilkada 2020 bisa membantu penanganan wabah COVID-19.

"Kita akan berperang melawan COVID-19, tapi punggawa, komandan, ketuanya itu sementara. Sedikit banyak mesti ada keragu-raguan, sedikit banyak ada keterbatasan kewenangannya. Jadi kita membutuhkan pemimpin yang legitimate," kata Safrizal dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Jumat (20/11/2020).

"Di dalam proses pilkada masyarakat bisa tahu mana pemimpin yang memiliki visi membantunya melawan COVID," lanjutnya.

Pilkada 2020 juga disebut Safrizal bisa membantu kehidupan ekonomi suatu daerah yang kesulitan. Ini karena tiap calon kepala daerah atau timnya akan mengeluarkan belanja pribadi saat kampanye.

Terkait ancaman penularan COVID-19 saat pencoblosan, Safrizal mengatakan simulasi protokol kesehatan sudah dilakukan dan masyarakat juga harus terus beradaptasi dalam kondisi new normal.

"Kegiatan masyarakat dengan protokol kesehatan bukan saja di pemilu. Di pasar, mal, mesjid, di mana saja sepanjang protokol kesehatan dipenuhi," pungkas Safrizal.



Simak Video "Epidemiolog UI: Corona Lebih Penting Ketimbang Terlibat Pilkada"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)