Jumat, 20 Nov 2020 18:50 WIB

Ahli Sebut Vaksin yang Lulus Uji Klinis Pasti Aman, tapi...

Yudistira Imandiar - detikHealth
Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari Sp.A(K)., MTropPaed (Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)) memberikan paparan dalam dialog bertema keamanan vaksin dan menjawab KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) di Jakarta Foto: KPCPEN
Jakarta -

Aspek keamanan menjadi hal utama dalam proses pengembangan vaksin. Oleh sebab itu, proses pengujian keamanan vaksin dilakukan dengan sangat ketat.

Dalam tahapan uji klinis, vaksin tidak bisa berlanjut ke fase berikutnya jika terindikasi ada masalah keamanan. Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari menyebut keamanan vaksin sudah dinilai dari sejak vaksin itu dirancang dan sebelum diujicobakan kepada manusia.

Tapi, menurut Hindra efek samping vaksin yang merupakan produk biologi tidak mungkin dinihilkan hingga 100 persen. Oleh sebab itu, ada kemungkinan timbul gejala usai penyuntikan vaksin, seperti nyeri, pendarahan, atau pembengkakan. Namun, ia menegaskan itu merupakan efek yang tergolong wajar.

"Jika memang terkandung bahan yang berbahaya dalam vaksin, hal tersebut pasti sudah diketahui sejak pengembangan vaksin di fase awal. Selain itu, semua hal terkait vaksin sudah diinformasikan secara transparan dan tidak mungkin disembunyikan," jelas Hindra dalam keterangan tertulis, Jumat (20/11/2020).

Untuk menghindari kekeliruan pemahaman, Hindra berpesan kepada masyarakat agar mencari dan mendapatkan informasi tentang vaksin melalui informasi resmi.

"Kita jangan sampai malah terbawa oleh arus berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, jadi malah memberikan informasi yang menggelisahkan dan menambah kecemasan. Kegiatan pengamatan keamanan imunisasi ini sudah dilakukan sejak sebelum bakal vaksin diberikan kepada manusia," kata dia.



Simak Video "Relawan Ceritakan Efek Samping yang Dialami dari Vaksin Pfizer"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)