Sabtu, 21 Nov 2020 18:36 WIB

Pasien Corona di Banyumas Terus Meningkat, Ruang Isolasi Makin Terbatas

Arbi Anugrah - detikHealth
Penanganan covid-19 di Banyumas Penanganan COVID-19 di Banyumas. (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Banyumas -

Meningkatnya jumlah pengidap virus Corona COVID-19 di Kabupaten Banyumas menjadikan kapasitas ruang isolasi untuk menampung pasien semakin sedikit dan terbatas. Pada bulan November ini saja, tambahan kasus positif COVID-19 mencapai 430 orang, dan diprediksi akan terus meningkat hingga akhir bulan ini.

"Bulan berikutnya bisa saja bertambah menjadi 700 atau bahkan 900 pasien. Sebelum ada vaksin," kata Husein saat kegiatan orientasi wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang digelar secara virtual di Pendopo Sipanji Purwokerto, Sabtu (21/11/2020).

Dia menjelaskan akibat penambahan jumlah pasien ini, kapasitas tempat tidur di seluruh rumah sakit rujukan COVID-19 di Banyumas penuh. Hal ini menjadikan banyak pasien terkonfimasi COVID-19 yang tertahan di ruang IGD.

"Kaget saya mendapat laporan itu, makanya pagi ini saya rapatkan bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19," jelasnya.

Selain itu, banyak pasien dari hasil tes swab tidak kunjung negatif, meskipun sudah menjalani lebih dari 10 hari perawatan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya membuka opsi untuk menggunakan salah satu hotel atau wisma tentara sebagai lokasi karantina massal.

"Berdasarkan rujukan aturan pusat, harusnya pasien yang sudah sehat lebih dari 13 hari namun masih positif, bisa dipulangkan dan isolasi mandiri. Tapi banyak warga yang menolak. Kalau itu tidak bisa dikembalikan pada masyarakat, saya minta kumpulkan kemudian saya masukkan di Pondok Slamet atau akan saya minta ke Pak Dandim di Wisma Tentara," ujarnya.

Dia menjelaskan jika saat ini angka positivity rate virus Corona di Banyumas sudah lebih dari 5. Angka Reproduksi Efektif (RT) sudah lebih dari 1. Setiap harinya orang yang terkonfimasi positif bertambah lebih dari 10 orang. Sementara yang meninggal akibat COVID-19 sudah mencapai 37 pasien.

Untuk mengurangi kapasitas ruang isolasi, pihaknya akan mengambil kebijakan untuk mengeluarkan pasien positif COVID-19 kategori OTG dari RS sebanyak 60 orang. Kebijakan tersebut akan mulai dilakukan mulai hari Senin (23/11).

"Maka akan tersedia lagi jumlah tempat tidur sebanyak 110. Kemudian akan kita pilah lagi untuk pasien yang baru datang. Hanya orang yang bergejala sedang dan berat kemudian masuk ke rumah sakit. Yang lain karantina saja," jelasnya.

Dia juga mengungkapkan jika meningkatnya kasus COVID-19 yang meninggal karena masih adanya rasa malu dari masyarakat untuk memeriksakan diri jika mempunyai gejala Corona. Sehingga banyak dari mereka yang datang ke RS dalam keadaan terlambat.

"Yang meninggal rata-rata karena telat. Datangnya itu sudah ngos-ngosan saturasi oksigennya di bawah 70 persen. Karena masyarakat itu malu, datang ke Rumah Sakit kemudian dikatakan COVID. Padahal COVID itu tidak apa-apa," ucapnya.



Simak Video "Dugaan Kasus Reinfeksi Covid-19 Pertama di Korsel"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)